Scroll untuk baca artikel
BeritaHeadline

Pemda Pesisir Selatan Siapkan Beasiswa untuk 200 Mahasiswa Baru di Unand

47
×

Pemda Pesisir Selatan Siapkan Beasiswa untuk 200 Mahasiswa Baru di Unand

Sebarkan artikel ini

PESISIR SELATAN, JAYA POS – Pemerintah Daerah Pesisir Selatan, Sumatera Barat, di bawah kepemimpinan Bupati Rusma Yul Anwar, mengumumkan program beasiswa bagi 200 mahasiswa baru Universitas Andalas (Unand) yang berasal dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Pesisir Selatan. Beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama antara Pemda Pesisir Selatan dengan Unand.

“Mereka yang akan mendapat beasiswa itu berasal dari keluarga tidak mampu,” ujar Rusma Yul Anwar kepada PilarbangsaNews.com melalui pesan WhatsApp, Minggu (23/6/2024).

Kerjasama dan Kritik Publik

Meskipun detail tentang bentuk kerja sama dengan Unand dan nominal bantuan beasiswa belum dijelaskan, Rusma Yul Anwar tetap berkomitmen melanjutkan program ini. Pertanyaan mengenai jumlah mahasiswa baru Unand asal Pesisir Selatan juga belum terjawab.

Program pemberian beasiswa dan Program Pesisir Selatan Pintar (PPSP), yang baru diluncurkan tahun ini, menuai banyak kritikan dari masyarakat. Namun, Rusma Yul Anwar tetap teguh mempertahankan kedua program tersebut.

“Saya memikirkan untuk satu RPJMD ke depan. Saat Indonesia memperingati 1 Abad kemerdekaan, saya ingin melihat anak Pesisir Selatan berkiprah di kancah nasional dalam tataran pengambil kebijakan,” tambahnya.

Visi Masa Depan

Bupati Rusma Yul Anwar menggambarkan visinya untuk 20 hingga 25 tahun ke depan, saat jumlah penduduk Indonesia dan Pesisir Selatan diperkirakan bertambah 30 hingga 45 persen. Ia ingin generasi muda Pesisir Selatan siap menghadapi persaingan dalam memperebutkan sumber-sumber ekonomi yang semakin terbatas.

“Saya ingin anak Pasisia memiliki kemampuan untuk memenangkan kompetisi itu. Itu yang sedang kita persiapkan hari ini,” katanya.

Fokus pada Pendidikan

Rusma Yul Anwar juga berbagi pengalaman dari kunjungannya ke kampung-kampung, di mana ia terharu melihat semangat dan cita-cita anak-anak yang merasa terbelenggu oleh realitas saat ini. Ia percaya bahwa fokus pada sektor pendidikan yang terstruktur dan terencana adalah kunci untuk memutus belenggu tersebut.

“Jika Covid tidak melanda Indonesia, mungkin pergerakan kita sudah cukup jauh. Dalam dua tahun terakhir, semua Indeks Pembangunan Manusia (IPM) bergerak naik, terutama kemampuan literasi dan numerasi meningkat di rentang 60% sampai 115%,” jelasnya.

Rusma Yul Anwar selalu berpesan kepada anak-anak untuk terus bersekolah dan membangun masa depan yang lebih baik. “Mudah-mudahan Allah meridhoi upaya saya ini,” tutupnya.(BsC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *