DHARMASRAYA, JAYA POS – Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Dharmasraya, H. Eri Antoni, menegaskan bahwa pihaknya sama sekali tidak terlibat dalam penggunaan dana untuk pelaksanaan turnamen sepak bola SR Cup 1 dan 2 yang menjadi sorotan publik. Hal ini disampaikan dalam pertemuan dengan media di Kafe @gkopi, Koto Baru, Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat, Selasa (28/1/2025).
Eri Antoni menyampaikan bahwa KONI Dharmasraya hanya menerima undangan untuk melakukan tendangan bola pertama dalam ajang tersebut. “Kami tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan dana maupun pelaksanaan turnamen SR Cup 1 dan 2. Itu bukan ranah kami,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pemberitaan yang mengaitkan KONI dengan dugaan penyalahgunaan dana, yang menurutnya menimbulkan persepsi keliru di masyarakat. “Sebagai lembaga yang bertanggung jawab atas pembinaan cabang olahraga, kami hanya berwenang dalam pengelolaan dana yang dialokasikan untuk cabang olahraga (Cabor), bukan untuk event yang bersifat pribadi atau non-KONI,” tambahnya.
Lebih lanjut, Eri Antoni menjelaskan bahwa dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Nagari maupun perusahaan lainnya bukan dalam pengelolaan KONI. “CSR itu bukan urusan KONI. Jika ada alokasi dana untuk cabang olahraga, barulah itu menjadi tanggung jawab kami,” tegasnya.
LSM HAMPD Laporkan Dugaan Penyimpangan
Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Himpunan Aspirasi Masyarakat Peduli Dharmasraya (LSM HAMPD) melaporkan dugaan penyimpangan penggunaan dana KONI ke Kejaksaan Negeri Dharmasraya pada Kamis (23/1/2025). Laporan tersebut menyoroti dugaan penyalahgunaan dana, termasuk aliran dana CSR yang dinilai tidak transparan.
Ketua Harian LSM HAMPD, Samsurijal, menyatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan resmi bernomor 29/HAM PD/I/DMRY-2025 kepada Kejari Dharmasraya dan ditembuskan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar serta Kejaksaan Agung RI. Mereka meminta Kejari untuk memeriksa pihak-pihak terkait, termasuk KONI Dharmasraya, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Ketua Panitia SR Cup.
“Kami membawa aspirasi masyarakat agar ada transparansi dan pertanggungjawaban terkait penggunaan dana yang terindikasi disalahgunakan,” kata Samsurijal.
Harapan KONI Dharmasraya
Menanggapi laporan tersebut, Eri Antoni berharap agar aparat penegak hukum dapat mengusut dugaan penyalahgunaan dana secara objektif dan profesional. “Kami mendukung setiap upaya transparansi dan penegakan hukum, namun kami juga berharap nama baik KONI Dharmasraya tidak diseret dalam polemik yang tidak ada kaitannya dengan organisasi kami,” pungkasnya.
Kasus ini menjadi perhatian publik dan diharapkan dapat memberikan kejelasan terkait penggunaan dana dalam berbagai event olahraga di Dharmasraya.(BsC)












