BeritaHeadline

PS-GI Buka Empat Booth di Pameran UMKM Geofest 2026, Edukasi Geopark Danau Toba Jadi Fokus Utama

×

PS-GI Buka Empat Booth di Pameran UMKM Geofest 2026, Edukasi Geopark Danau Toba Jadi Fokus Utama

Sebarkan artikel ini
Dr. Wilmar kepada media, Rabu (24/6/2026) di depan Stan UMKM berbasis Geopark. (Foto/Uli)

 

SAMOSIR, JAYA POS – Pusat Studi Geopark Indonesia (PS-GI) akan ambil bagian dalam rangkaian kegiatan 7th Geofest 2026 dan 2nd International Conference on GeoTourism yang digelar di kawasan Danau Toba, Sumatera Utara, pada 1–4 Juli 2026. Keikutsertaan tersebut diwujudkan dengan membuka empat booth edukasi pada Pameran Mitra dan Promosi Produk UMKM di kawasan Waterfront City, Pangururan, Kabupaten Samosir.

Pameran yang berlangsung pada 30 Juni hingga 2 Juli 2026 itu dinilai menjadi momentum penting untuk memperkenalkan konsep Geopark kepada masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya pelestarian kawasan Danau Toba sebagai bagian dari UNESCO Global Geopark (UGGp).

Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia (PS-GI), Dr. Wilmar Eliaser, mengatakan partisipasi PS-GI dalam pameran tersebut bukan sekadar memamerkan informasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, pelajar, pelaku UMKM, wisatawan, hingga pemangku kepentingan yang hadir dalam kegiatan berskala internasional tersebut.

“Ini merupakan kesempatan yang sangat strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Geopark Danau Toba. PS-GI akan membuka empat booth yang berisi informasi dan materi edukasi dengan tiga fokus utama, yaitu apa itu Geopark, mengapa Geopark penting, serta bagaimana pengembangan Geopark dapat memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat,” ujar Dr. Wilmar kepada media, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan sebuah kawasan Geopark tidak hanya ditentukan oleh kekayaan geologi yang dimiliki, tetapi juga oleh keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga, melestarikan, dan memanfaatkan potensi tersebut secara berkelanjutan.

Melalui booth edukasi tersebut, pengunjung akan diperkenalkan pada konsep dasar Geopark, nilai penting warisan geologi Danau Toba sebagai salah satu kaldera terbesar di dunia, serta hubungan antara pelestarian lingkungan, budaya lokal, pendidikan, dan pengembangan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata berkelanjutan.

Selain menampilkan materi edukatif, booth PS-GI juga akan menghadirkan berbagai informasi mengenai program pemberdayaan masyarakat, peluang pengembangan UMKM berbasis Geopark, serta pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam menjaga status UNESCO Global Geopark yang disandang Kaldera Toba.

Dr. Wilmar menambahkan, pameran tersebut juga akan melibatkan komunitas lokal sebagai mitra strategis dalam pengembangan Geopark.

Salah satu komunitas yang turut berpartisipasi adalah Parsadaan Pomparan Toga Sinaga (PPTSB) yang selama ini telah menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp).

“Keterlibatan PPTSB sangat penting karena Geopark tidak dapat berkembang tanpa dukungan masyarakat lokal. Komunitas merupakan garda terdepan dalam menjaga kelestarian warisan geologi, budaya, tradisi, sekaligus menjadi pelaku utama dalam mengembangkan ekonomi berbasis Geopark,” katanya.

Ia menilai keberadaan komunitas adat dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran strategis dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konservasi lingkungan dan pelestarian budaya yang menjadi identitas kawasan Danau Toba.

Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark (BP TCUGGp) melalui Surat Nomor 099/UND/BP-TCUGGp/VI/2026 tertanggal 24 Juni 2026, terdapat enam agenda utama yang akan mewarnai penyelenggaraan Geofest 2026 dan International Conference on GeoTourism.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Welcome Dinner pada Rabu, 1 Juli 2026 pukul 19.00 WIB di Hotel Khas Parapat, Kabupaten Simalungun.

Selanjutnya, Kamis, 2 Juli 2026 pukul 09.00 WIB akan dilaksanakan kegiatan Gerakan Hijaukan Toba di Lapangan Pagoda Parapat sebagai bentuk komitmen terhadap pelestarian lingkungan kawasan Danau Toba.

Pada hari yang sama pukul 14.00 WIB, akan digelar Pengukuhan Pengurus Jaringan Geopark Indonesia (JGI), workshop JGI, serta penandatanganan nota kesepahaman dengan Bumiputera di Hotel Labersa, Simanindo.

Puncak kegiatan berlangsung Kamis malam pukul 20.00 WIB melalui Opening Ceremony 7th Geofest 2026 di Waterfront City Pangururan. Pembukaan dijadwalkan dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, serta Gubernur Sumatera Utara.

Agenda berlanjut pada Jumat, 3 Juli 2026 dengan Pengukuhan Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) DPD Sumatera Utara di Taman Simalem Resort.

Sementara itu, Sabtu, 4 Juli 2026 akan digelar 2nd International Conference on GeoTourism yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman bersama Kementerian Kehutanan di Taman Simalem Resort.

Melalui penyelenggaraan Geofest 2026, berbagai pihak berharap promosi Geopark Kaldera Toba tidak hanya memperkuat citra Danau Toba sebagai destinasi wisata kelas dunia, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian alam, budaya, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Di akhir keterangannya, Dr. Wilmar menyampaikan bahwa seluruh rangkaian agenda masih bersifat tentatif dan dapat mengalami penyesuaian sesuai kebutuhan penyelenggara.

“Jadwal sewaktu-waktu dapat menyesuaikan,” pungkasnya.

(A1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *