JAKARTA, JAYA POS — Pesta Partangiangan dan peralihan tongkat estafet kepemimpinan Punguan Si Raja Nabarat dohot Boru se-Jabodetabek berlangsung meriah dan penuh sukacita di Valedrome, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri sekitar 3.500 peserta tersebut menjadi momentum penting bagi keluarga besar Si Raja Nabarat se-Jabodetabek, sekaligus menandai berakhirnya masa kepengurusan periode 2023-2026 dan dimulainya kepengurusan periode 2026-2029.
Rangkaian kegiatan diawali dengan ibadah yang berlangsung khidmat. Suasana semakin semarak dengan lantunan pujian yang dibawakan Song Leader para Parompuan Hutabarat.
Ibadah mengusung tema, “Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu, seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia” sebagaimana tertulis dalam Kolose 3:23.
Momentum tersebut sekaligus menjadi ungkapan syukur atas perjalanan Punguan Si Raja Nabarat selama tiga tahun terakhir.
Tongkat estafet kepemimpinan diserahkan langsung oleh Penasehat Punguan Si Raja Nabarat, Saur Hutabarat/br. Silitonga, kepada Ketua Umum terpilih periode 2026-2029, St. Ir. M.M. Ido H. Hutabarat, MSM/Sandra br. Sidabutar.
Dalam sambutannya, Ido Hutabarat menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk mengemban amanah sebagai Ketua Umum Punguan Si Raja Nabarat se-Jabodetabek.
Menurutnya, kepercayaan tersebut bukanlah sebuah kebanggaan pribadi, melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan dengan semangat kebersamaan.
Ia mengajak seluruh jajaran pengurus dan keluarga besar Si Raja Nabarat untuk bersama-sama menjaga persaudaraan, kekompakan, adat, serta nilai-nilai kekeluargaan yang telah diwariskan para pendahulu.
“Bergandengan tangan, saling mendukung dan saling menguatkan, sehingga punguan ini semakin solid, maju, dan menjadi berkat bagi seluruh anggota,” ujar Ido.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan renungan yang disampaikan Pdt. Anggiat Hutabarat, S.Th. Selanjutnya, berbagai prosesi adat, sambutan tokoh-tokoh punguan, serta kegiatan marnortor berlangsung semarak.
Kehadiran para sesepuh, penasehat, tokoh adat, pengurus, generasi muda hingga anak-anak membuat suasana pesta semakin hangat dan penuh kekeluargaan.
Ketua Panitia, Pnt. Prada Hutabarat/br. Simaremare, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kepengurusan baru menjaga keharmonisan keluarga besar Hutabarat.
Ia berharap seluruh keluarga besar Si Raja Nabarat tetap bersatu, menjaga komunikasi dan tidak terpecah-belah dalam menjalankan roda organisasi punguan.
Tiga Tahun Kepengurusan Dolli Hutabarat
Sementara itu, Ketua Umum Punguan Si Raja Nabarat periode 2023-2026, Brigjen (TNI) Dr. Harri Dolli Hutabarat, S.Sos., M.Si./Reni br. Nadapdap, menyampaikan berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan selama tiga tahun masa kepengurusan.
Dolli menjelaskan, pengurus berupaya meningkatkan keterlibatan dalam berbagai momentum sukacita maupun dukacita sebagai bentuk kepedulian, kebersamaan, dan rasa persaudaraan di antara keluarga besar Hutabarat.
Selain kegiatan sosial, kepengurusan periode 2023-2026 juga melahirkan sejumlah inovasi, antara lain menerbitkan Buku Adat Punguan Si Raja Nabarat, membuat selendang ulos dan jaket ulos, serta menghadirkan Pataka Punguan Si Raja Nabarat yang selanjutnya digunakan pada periode kepengurusan 2026-2029.
Di bidang sosial, punguan juga turut menggalang bantuan bagi korban bencana di Bonapasogit.
Dolli menegaskan bahwa Punguan Si Raja Nabarat bukan hanya milik pengurus, melainkan merupakan rumah bersama bagi seluruh pomparan Hutabarat yang berada di wilayah Jabodetabek.
Kemasan acara yang berlangsung sekitar sembilan jam tersebut dikoordinasikan Ny. David Brown/Rita Hutabart, Ph.D. Rangkaian kegiatan dipandu dengan apik oleh Master of Ceremony, Serepina Tiur Maida Hutabarat, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., dari awal hingga akhir acara.
Suasana semakin meriah dengan penampilan Dewi Hutabarat yang mengisi hiburan sekaligus lelang lagu yang diramu oleh Robert Ahuy Hutabarat.
Kemeriahan juga semakin lengkap dengan hadirnya Bupati Tapanuli Utara Dr. JTP. Hutabarat, S.Si., M.Si., yang hadir mewakili Bonapasogit sekaligus memberikan dukungan terhadap kegiatan keluarga besar Hutabarat di Jabodetabek.
Sebagai bentuk dukungan, Bupati Tapanuli Utara turut menyumbangkan salah satu hadiah grand prize untuk peserta.
Beragam hadiah disediakan bagi keluarga besar yang beruntung, mulai dari tiket pesawat pulang-pergi rute Silangit-Jakarta, mesin cuci, kulkas, sepeda listrik hingga hadiah utama berupa satu unit sepeda motor.
Dalam tradisi Batak, ibadah dan pesta partangiangan tidak sekadar menjadi ajang berkumpul, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat nilai Dalihan Na Tolu, kebersamaan, saling menghormati, dan kepedulian antarsesama keluarga.
Salah satu prosesi adat yang mendapat perhatian adalah Mangido Tua Gondang yang dipimpin tokoh adat Winhard Hutabarat. Prosesi tersebut berlangsung khidmat dan sakral.
Menariknya, kegiatan juga melibatkan berbagai generasi. Orang tua dan lansia, generasi muda hingga anak-anak diberikan ruang untuk mengambil bagian dalam rangkaian acara.
Penampilan kelompok Marompu-ompu turut mengisi acara dengan lagu dan gerak. Untuk pertama kalinya, kegiatan juga dimeriahkan Vocal Group Glory Voice, permainan angklung Hutabarat Berkarya Natumandi, kuis berbasis aplikasi, serta penampilan gerak dan lagu anak-anak sekolah minggu.
Sejumlah pengisi hiburan seperti Harris Hutabarat, Joshua Hutabarat, Anthony Hutabarat, dan lainnya juga tampil secara spontan di atas panggung.
Keterlibatan lintas generasi tersebut menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kesinambungan adat dan budaya Batak agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus.
Kemeriahan semakin terasa melalui penampilan tortor dari berbagai kelompok keluarga. Seluruh peserta larut dalam suasana kebersamaan, menikmati rangkaian acara yang berlangsung penuh keakraban.
Pesta partangiangan dan periodeisasi kepengurusan Punguan Si Raja Nabarat se-Jabodetabek tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Momentum ini diharapkan menjadi pijakan untuk semakin memperkokoh persatuan, kebersamaan, serta kepedulian di antara seluruh keluarga besar Si Raja Nabarat.
Dengan semangat “marsihaholongan, marsiamin-aminan, dan marsitungkol-tungkolan”, keluarga besar Si Raja Nabarat diharapkan terus berjalan bersama, menjaga kekompakan serta melestarikan adat dan budaya Batak bagi generasi yang akan datang. (STH)












