PESISIR SELATAN, JAYA POS – Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) Minyak Atsiri di Kecamatan Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, kembali disorot dalam peninjauan lapangan oleh Komisi II DPRD, Kamis (9/1). Dibangun pada akhir 2022 dengan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp 14,25 miliar, sentra ini dinilai belum memberikan dampak signifikan bagi petani lokal.
Sekretaris Komisi II DPRD, Pardis, A.Md., mengapresiasi langkah Dinas Perdagangan dan Transmigrasi yang berhasil mendapatkan bantuan pusat. Namun, ia menilai pengelolaannya belum maksimal. “Kita harus segera cari solusi, termasuk mengganti pengelola jika koperasi yang ada tidak mampu,” ujarnya.
Ali Asman, S.E., anggota Komisi II, menegaskan bahwa stagnasi sentra ini merugikan banyak pihak. “Pabrik sudah berdiri, tetapi operasionalnya terbengkalai. Ini tidak boleh dibiarkan,” tegasnya.
Menurut Rafna Srimurti, S.E., M.M., Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perdagangan, kendala utama terletak pada ketersediaan bahan baku. “Tanaman sariwangi tidak lagi menguntungkan. Petani harus alih fungsi lahan ke minyak nilam, tetapi bibit dan bahan baku nilam masih terbatas,” katanya.
Kepala Dinas Perdagangan, Afriman Julta, S.Pi., meminta petani lebih serius memanfaatkan fasilitas yang ada. “Sentra ini bukan untuk uji coba, tapi peluang besar bagi petani jika dikelola dengan baik,” jelasnya.
Sementara itu, anggota Komisi II, Roni Richardo, menyarankan bahan baku nilam bisa didatangkan dari daerah lain untuk menghindari vakumnya produksi. “Kalau koperasi tidak siap, kita bisa menggandeng pihak ketiga yang lebih profesional. Ini demi menjaga keberlangsungan sentra,” tambahnya.
Noval Nofriansyah, perwakilan koperasi, mengungkapkan harapannya agar DPRD terus memberikan dukungan, termasuk melalui program pokir. Ia juga meminta bimbingan untuk meningkatkan efektivitas sentra.
Peninjauan ini menghasilkan komitmen DPRD untuk terus mengawasi dan mendorong pengelolaan Sentra IKM Minyak Atsiri agar bisa menjadi pusat pengembangan ekonomi petani di Lunang, Silaut, dan Tapan. Dengan pengelolaan yang profesional, sentra ini diharapkan mampu menjadi solusi peningkatan kesejahteraan masyarakat. (BsC)












