SOLOK SELATAN, JAYA POS – PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) menggelar konsultasi publik untuk mensosialisasikan rencana pengerjaan Unit II Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang akan segera dimulai pada April 2025. Acara ini berlangsung di GOR Gelora Energi Pekonina, Pauah Duo, Solok Selatan, Selasa (18/2/2025).
Dalam upaya meningkatkan keterbukaan dan transparansi, PT SEML melaksanakan sosialisasi bertahap dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat. Sosialisasi ini dihadiri oleh unsur pemerintah dan masyarakat dari tiga kecamatan, yakni Pauah Duo, Sungai Pagu, dan KPGD. Turut hadir dalam acara ini Wali Nagari beserta jajaran, Camat Pauah Duo dan stafnya, serta perwakilan dari Kecamatan Sungai Pagu dan KPGD. Selain itu, unsur Pemerintah Daerah Solok Selatan, Asisten I, perwakilan Dinas SDM Provinsi Sumatera Barat, Dinas BPKD Kabid Aset dan Pendapatan Daerah, serta unsur adat dan organisasi lainnya juga berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi, PT SEML menghadirkan jajaran pengambil kebijakan perusahaan, perwakilan kontraktor utama PT Inti Karya Persada Teknik (IKPT), serta kontraktor lokal. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa setiap tahapan pengembangan Unit II PLTP dilakukan dengan keterbukaan penuh dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
Sr. Manager General Business Relations PT SEML, Ismoyo Argo, menekankan pentingnya transparansi dalam proses pengerjaan Unit II. Ia juga mengimbau agar seluruh tim proyek memberikan pelayanan yang baik, ramah, dan tidak mempersulit masyarakat yang ingin berurusan dengan perusahaan, selama masih sesuai dengan aturan dan SOP yang berlaku.
“Kami selalu mengutamakan keterbukaan dan transparansi dalam setiap proses yang dilakukan perusahaan. Sesuai dengan moto kami yang ramah lingkungan, kami berharap masyarakat dan semua pihak dapat bekerja sama dengan baik demi kelancaran proyek ini,” ujar Ismoyo Argo yang akrab disapa Pak Is.
Sementara itu, Kabid Aset dan Pendapatan Daerah Pemkab Solok Selatan, Alfian Afriadi Mangku Bumi, menyampaikan bahwa PT SEML memberikan kontribusi terbesar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Solok Selatan.
“Pendapatan daerah terbesar berasal dari PT SEML, dengan kontribusi mencapai Rp70 miliar atau sekitar 40,42% dari total PAD Solok Selatan. Selain itu, keberadaan PT SEML juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, termasuk membuka peluang kerja bagi kontraktor lokal serta menghidupkan sektor usaha kuliner dan jasa lainnya,” jelas Alfian.
Ketua Komite Nagari menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap keberadaan PT SEML. Ia berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga keberlanjutan perusahaan agar dapat terus memberikan manfaat bagi semua pihak.
“Hampir seluruh elemen masyarakat merasakan dampak positif dari keberadaan PT SEML. Kami berharap semua pihak dapat menjaga hubungan baik, saling menghormati, dan memiliki prasangka baik agar pengerjaan Unit II dapat berjalan lancar hingga selesai,” ungkapnya.
Dengan adanya konsultasi publik ini, PT SEML berharap dapat membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat dan memastikan bahwa setiap tahap pengerjaan proyek berjalan dengan transparan serta memberikan manfaat maksimal bagi daerah Solok Selatan. (EA)












