BeritaHeadlineNusantara

KSAD dan Wabup Mojokerto Resmikan Bantuan Sumur Bor di Desa Simongagrok

×

KSAD dan Wabup Mojokerto Resmikan Bantuan Sumur Bor di Desa Simongagrok

Sebarkan artikel ini
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meresmikan bantuan sumur bor di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

MOJOKERTO, JAYA POS – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, meresmikan bantuan sumur bor di Desa Simongagrok, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Program ini merupakan inisiatif TNI AD untuk mengatasi kesulitan air bersih yang selama ini dialami masyarakat, terutama di daerah terpencil.

Kunjungan Jenderal Maruli ke Bumi Majapahit mendapat sambutan hangat dari jajaran pejabat tinggi TNI AD, termasuk Pangdam V/Brawijaya, Mayjen TNI Rudy Saladin, Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf Batara Alex Bulo, serta Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian. Dalam kesempatan tersebut, Jenderal Maruli juga menyempatkan diri untuk mengunjungi Makorem 082/Citra Panca Yuda Jaya (CPYJ).

Komitmen TNI AD dalam Penyediaan Air Bersih

Jenderal Maruli menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi masyarakat. Dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang dimiliki, TNI AD berkomitmen untuk berkontribusi dalam mengatasi permasalahan ini.

“Ketersediaan air bersih sangatlah vital, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil. Oleh karena itu, TNI AD terpanggil untuk turut serta dalam penyediaan akses air bersih sebagai bentuk kepedulian terhadap kesejahteraan rakyat,” ujar Jenderal Maruli.

Dalam pelaksanaan program ini, TNI AD bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan dampak yang maksimal bagi masyarakat. “Kami berharap program pengeboran air ini dapat memberikan manfaat yang nyata dan signifikan bagi masyarakat setempat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Jenderal Maruli mengungkapkan bahwa TNI AD menargetkan pembangunan 1.000 titik sumber air pada tahun 2024 dan meningkatkannya menjadi 5.000 titik pada tahun 2025. “Target ini tidak hanya berfokus pada jumlah sumur yang dibangun, tetapi juga pada dampak positif yang dihasilkan bagi masyarakat,” paparnya.

Dampak Positif bagi Masyarakat dan Ketahanan Pangan Nasional

Program pengeboran air ini merupakan bagian dari kontribusi nyata TNI AD dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya terkait akses air bersih dan sanitasi. Dengan tersedianya sumber air bersih, kualitas hidup masyarakat di berbagai aspek—baik kesehatan, ekonomi, maupun sosial—diharapkan meningkat.

“Secara domestik, program ini mendukung peningkatan produksi pertanian. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani dapat meningkatkan frekuensi panen dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Hal ini secara langsung berdampak pada peningkatan produksi pangan dan kesejahteraan petani,” jelas Jenderal Maruli.

Selain itu, secara nasional, optimalisasi sumber daya air di daerah rawan kekeringan dapat memperkuat ketahanan pangan. Akses air yang berkelanjutan memungkinkan wilayah pertanian memaksimalkan potensinya dan mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar daerah. “Ini semua sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan nasional,” tandasnya.

Harapan Pemerintah Daerah dan Partisipasi Masyarakat

Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian, menyatakan bahwa keterbatasan air bersih menjadi tantangan utama bagi masyarakat. Perbedaan kondisi geografis, hidrologi, curah hujan, serta meningkatnya kebutuhan air yang tidak sebanding dengan ketersediaan, kerap menyebabkan kekeringan di beberapa wilayah Mojokerto.

“Kekeringan terjadi hampir setiap tahun di sebagian wilayah Mojokerto. Oleh karena itu, pembangunan sumur bor menjadi salah satu solusi penting dalam upaya pemenuhan kebutuhan air,” ungkapnya.

Wabup Rizal juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan merawat sumur bor yang telah dibangun. “Jaga dan rawatlah sumur bor ini dengan baik agar dapat dimanfaatkan dalam jangka waktu yang panjang. Manfaatkan sumur bor ini dengan bijak untuk kebutuhan domestik maupun pertanian. Tumbuhkan rasa saling memiliki dan hilangkan keinginan untuk menguasai sendiri,” pesannya.

Dengan adanya program pengeboran sumur bor ini, diharapkan masyarakat Desa Simongagrok dan sekitarnya dapat menikmati akses air bersih yang lebih baik, mendukung pertanian, serta meningkatkan taraf hidup mereka secara keseluruhan. (Ad/Aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *