MOJOKERTO, JAYA POS – Pemerintah Kabupaten Mojokerto menunjukkan komitmen serius dalam meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan dengan menyalurkan dana sebesar Rp 3,9 miliar kepada 571 lembaga Madrasah Diniyah (Madin). Bantuan tersebut diberikan melalui program Bantuan Penyelenggaraan Pendidikan Diniyah dan Guru Swasta (BPPDGS), sebagai langkah strategis mendukung pendidikan nonformal yang selama ini menjadi bagian penting dalam mencerdaskan generasi muda.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa, kepada perwakilan Madrasah Diniyah di GOR Surya Kencana Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto. Dari total penerima, 366 lembaga merupakan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (MDTA), dan 205 lainnya adalah Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW). Penyerahan juga dihadiri oleh Ketua Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) serta sejumlah tokoh pendidikan keagamaan.
Dalam sambutannya, Bupati Albarraa menekankan bahwa pendidikan merupakan pilar utama dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ia menyebutkan, program BPPDGS merupakan salah satu prioritas Pemprov Jawa Timur yang sejalan dengan visi Kabupaten Mojokerto dalam meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan sebagai bentuk pelayanan dasar masyarakat.
“Bantuan ini bukan sekadar dana, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan generasi penerus. Ini adalah bagian dari komitmen 100 hari kerja kami dalam memperkuat sektor pendidikan, khususnya pendidikan keagamaan,” tegas Bupati Albarraa.
Bupati juga menjelaskan bahwa anggaran Rp 3,9 miliar tersebut bersumber dari kolaborasi antara APBD Provinsi Jawa Timur dan APBD Kabupaten Mojokerto, sebagai bentuk sinergi antarpemerintah dalam mendukung pendidikan diniyah. Ia berharap bantuan ini dapat menekan angka putus sekolah, memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, dan mendorong pemerataan kualitas pembelajaran.
“Program ini memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih inklusif, bermutu, dan berorientasi pada pembentukan karakter,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, menyampaikan apresiasi kepada para pengelola dan tenaga pendidik Madrasah Diniyah yang selama ini telah berperan penting dalam membangun moral dan intelektual anak-anak bangsa.
“Bantuan ini kami harapkan mampu menunjang kegiatan belajar mengajar dan meningkatkan kesejahteraan para guru swasta yang telah berjasa besar dalam pendidikan keagamaan,” ujarnya.
Lebih jauh, Ludfi menyebut bahwa peran Madrasah Diniyah sangat krusial dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
“Momentum ini menjadi titik tolak penting dalam penguatan sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan demi mewujudkan masa depan Mojokerto yang lebih berilmu, religius, dan berkarakter,” pungkasnya.
Dengan adanya program ini, Kabupaten Mojokerto menegaskan posisinya sebagai daerah yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pembangunan karakter dan moral generasi muda melalui pendidikan diniyah yang berkualitas. (Aj)












