MOJOKERTO, JAYA POS – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada warga Kabupaten Mojokerto. Tercatat, sebanyak sembilan jenis bantuan diserahkan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam sebuah seremoni di Pendopo Graha Maja Tama, Mojokerto.
Berbagai bantuan ini mencakup ragam program sosial dan pemberdayaan ekonomi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari lansia, penyandang disabilitas, pelaku usaha mikro, hingga lembaga sosial masyarakat.
Bupati Mojokerto, KH. Muhammad Al Barra (Gus Barra), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Pemprov Jatim terhadap warganya.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Mojokerto, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan dan perhatian yang telah diberikan. Ini bukan sekadar bantuan, tetapi juga bukti nyata bahwa negara hadir di tengah masyarakat, terutama bagi mereka yang membutuhkan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Gus Barra menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk terus memperkuat sinergi dengan Pemprov Jatim dalam rangka membangun masyarakat yang lebih sejahtera, mandiri, dan berdaya.
“Kami akan terus berkolaborasi, menjaga hubungan baik, dan mendukung setiap program Pemerintah Provinsi Jawa Timur demi kemajuan bersama,” tambahnya.
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Berikut daftar bantuan yang diterima oleh masyarakat Kabupaten Mojokerto:
1. Bantuan Sosial dan Kesejahteraan
-
ASPD (Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas): Diberikan kepada 5 orang penerima, masing-masing Rp 900.000 per tiga bulan dan paket sembako.
-
PKH Plus (Lansia): Untuk 40 lansia, masing-masing Rp 500.000 per triwulan dan sembako.
-
Bantuan untuk PPKS (Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial): Diberikan kepada 12 orang, masing-masing Rp 3 juta.
2. Program Kewirausahaan dan Pemberdayaan
-
KIP Putri Jawara: Untuk 100 perempuan pelaku usaha.
-
PKM Jawara: 70 penerima manfaat.
-
Zakat Produktif: Diberikan kepada 50 pelaku usaha ultra mikro, masing-masing Rp 500.000 dan sembako.
3. Bantuan ke Lembaga Sosial
-
LKSA Muhammadiyah Cabang Dlanggu: Rp 73 juta.
-
LKSA Al Muqorrobin: Rp 207,75 juta.
-
LKSLU Yatim Sejahtera: Rp 54,75 juta.
4. Penguatan Ekonomi Desa
-
BUMDesa (Badan Usaha Milik Desa): Bantuan masing-masing Rp 100 juta kepada lima desa:
- Desa Cinandang, Jatirowo, Sumberwuluh (Kec. Dawarblandong)
- Desa Padi (Kec. Gondang)
- Desa Gebangsari (Kec. Jatirejo)
-
Program Desa Berdaya: Rp 100 juta untuk Desa Gunungsari (Dawarblandong) dan Desa Kertosari (Kutorejo).
-
Program Jatim Puspa:
-
Desa Tunggalpager (Kec. Pungging): Rp 170 juta.-
- Desa Lebaksono (Kec. Pungging): Rp 122 juta.-
- Desa Randuharjo (Kec. Pungging): Rp 83 juta lebih.
5. Bantuan Pendukung Pelayanan Sosial
-
Pendamping PKH Plus: 10 orang, masing-masing menerima Rp 900.000 per tiga bulan dan sembako.
-
Tagana (Taruna Siaga Bencana): 10 orang, masing-masing Rp 750.000 per tiga bulan dan sembako.
-
TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan): 10 orang, masing-masing Rp 1,5 juta per tiga bulan dan sembako.
Dengan hadirnya bantuan ini, diharapkan roda pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat Kabupaten Mojokerto semakin bergerak maju. Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus membuktikan komitmennya dalam membangun daerah secara inklusif, adil, dan berkelanjutan. (Aj)












