JAKARTA, JAYA POS – Informasi rencana kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Perancis, membesarkan harapan proyek Jakarta Monorail dapat support lebih cepat dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Hal tersebut terungkap dalam perbincangan reaktivasi proyek Jakarta Monorail sarana dan prasarana transportasi umum yang sudah digagas sejak zaman Gubernur Sutiyoso (1997-2007).
Pembahasan Proyek Monorail yang dilakukan terbatas di Jakarta pada Rabu 9 Juli 2025 antara lain diikuti tenaga ahli dari Perancis, Romain Pierru dan konsultan keuangan Leo KW Lum.
Rencana kunjungan Presiden Prabowo disebutkan untuk memenuhi undangan khusus Pemerintah Perancis dalam memperingati Bastille Day hari nasional Bangsa Perancis pada 14 Juli 2025. Pada perayaan Revolusi Perancis di Pusat Kota Paris nanti, lebih 500 anggota pasukan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ikut dalam parade defile.
Mengingat kedekatan Presiden Prabowo dan Presiden Perancis Emmanuel Jean-Michel Frédéric Macron, rencana kerja sama bisnis Jakarta Monorail antara badan usaha Indonesia dan Perancis bisa diinfokan, setelah ada kejelasan sikap Pemerintah DKI Jakarta.
Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur memberi jaminan, jika Pemerintah DKI Jakarta bisa melaksanakan komitmen atas perjanjian kerja sama, proyek ini bisa lebih cepat dikerjakan. “Insyaa Allah Pak Gubernur Pramono bisa membuka dan meresmikan operasionalisasi,” Ir. Sukmawati menekankan.
Harapannya, proyek monorail akan menjadi kado istimewa saat Kota Jakarta merayakan ulang tahun ke 500 pada 22 Juni 2027.
Sedangkan menurut Romain Pierru, pihak investor dari Perancis sudah sangat tertarik dengan proyek Jakarta Monorail. “Ya, saya pikir Anda harus bertemu Olivier, dia telah mengerjakan proyek LRT Tahap 2 dan telah berhubungan dengan badan-badan Pemerintah Perancis untuk pembiayaan ekspor, dan lain lain … Dia juga telah menyebutkan kemungkinan untuk mendapatkan studi yang dibiayai oleh Prancis,” katanya.
Diskusi Di Sari Pacific
Pembahasan terbatas tersebut merupakan kelanjutan dari diskusi tentang Jakarta Monorail pada Senin 7 Juli 2025. Acara yang berlangsung di Hotel Sari Pan Pacific – Jakarta, dipimpin Ir. Ridwan Hisjam yang mendampingi Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur. Pada kesempatan yang juga diikuti dua tenaga ahli asing tersebut, diharapkan proyek monorail di Jakarta siap dikerjakan setelah ada persetujuan Pemerintah DKI Jakarta.

“Tentu yang akan ditanyakan Pak Promono Anung Gubernur kita, sejauh mana kesiapan PT Jakarta Monorail bisa melaksanakan proyek ini,” ujar Ridwan Hisjam yang siap berkomunikasi langsung dengan Gubernur Pramono Anung.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PT Jakarta Monorail, Ir. Sukmawati Syukur memberi jaminan, jika Pemerintah DKI Jakarta bersedia melaksanakan komitmen atas perjanjian kerja sama dengan pihaknya, proyek ini bisa lebih cepat dikerjakan. “Insyaa Allah Pak Gubernur Pramono bisa membuka dan meresmikan operasionalisasi, sebelum masa jabatan beliau berakhir,” Ir. Sukmawati menekankan.
Diungkapkan, rencana percepatan pembangunan Jakarta Monorail memang dipicu atensi Gubernur Pramono Anung terhadap pengembangan transportasi umum di Wilayah DKI Jakarta. Moda transportasi umum seperti Bus Transjakarta yang rutenya diperluas ke wilayah Bogor, Tangerang dan Bekasi membuka harapan baru monorail bisa menambah alternatif solutif transportasi umum massal dan modern, menyusul MRT dan LRT.
MRT dan LRT dua jenis sistem transportasi rel yang berbeda, meskipun keduanya merupakan moda transportasi umum yang memanfaatkan listrik sebagai tenaga penggerak dan beroperasi di atas rel. MRT ( Mass Rapid Transit) yang sudah beroperasi dari Bundaran Hotel Indonesia Jakarta Pusat – Lebakbulus – Jakarta Selatan. Sementara kini sedang dalam proses penyelesaian segmen Bundaran HI – Harmoni dan Jakarta Kota ditargetkan selesai pada 2029.
Sedangkan LRT (Light Rail Transit) juga sudah beroperasi dari Dukuh Atas Jakarta Pusat ke Harjamukti (Cububur Line ) Jakarta Timur dan Dukuh Atas – Harjamukti (Bekasi Line ).
Hasil telaah pihak PT Jakarta Monorail minus PT Adhi Karya yang telah melepaskan diri sebagai salah satu anggota konsorsium, semakin memudahkan untuk melaksanakan percepatan pembangunan monorail.
Rute Baru
Bahkan menurut Leo KW Lum, pembukaan rute baru sangat dimungkinkan, yakni dari stasiun Jakarta Kota sampai Bandara Internasional Soekarno-Hatta melalui Pantai Indah Kapuk. “Semua alternatif itu sudah disampaikan ke pihak Jakarta Monorail,” katanya.
Ia juga sudah melakukan penjajakan dengan ahli pengembangan transportasi umum Singapura untuk ikut membantu kembangkan monorail di Jakarta dan sekitarnya.
Ir. Ridwan Hisjam mantan anggota DPR RI merasa antusias setelah menerima Project Summary Proyek Jakarta Monorail.
Gagasannya, dalam upaya percepatan pembangunan kembali Jakarta Monorail, bisa melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI Jakarta. “Kalau Jakpro bisa ikut dalam usaha LRT, mengapa tidak dengan Jakarta Monorail,” tambahnya.
Sambil menunggu waktu bertemu dengan Gubernur Pramono Anung, pihak PT Jakarta Monorail diminta menyiapkan seluruh kelengkapan administrasi dan semua surat perjanjian dan kesepakatan terkait proyek ini.
Kehadiran para tenaga ahli dari luar negeri serta paparan rencana kerja sama serta pendanaan investasi, menambah keyakinannya, bahwa di era Gubernur Pramono Anung, Proyek Monorail di Jakarta bukan abal-abal . “Saya ingin menyampaikan hal tersebut, sebelum Mas Pram (panggilan akrab Pramono Anung) bisa menerima kita,” ujar Ridwan.
Naik Angkutan Umum
Ia juga mengapresiasi komitmen Gubernur Pramono Anung yang konsisten menaiki angkutan umum.
Pramono menyatakan untuk berangkat dan pulang kerja tetap menggunakan transportasi umum setiap Rabu. “Saya konsisten terhadap itu. Saya tidak mau melanggar sama sekali,” katanya.
Pramono bahkan menegaskan bahwa aturan ini harus ditaati semua ASN tanpa pengecualian.
Sebagai salah satu kota terpadat dan terbesar di Indonesia, Jakarta masih memerlukan tambahan prasarana dan sarana trasnsportasi umum.
Pemerintah DKI Jakarta terus melakukan inovasi agar masyarakat mau bepergian dengan kendaraan umum. Sekarang, ada banyak pilihan transportasi yang dapat membantu aktivitas warga dan menjelajahi Jakarta. Dengan pilihan-pilihan transportasi ini, dapat menikmati meriahnya kota Jakarta, mengunjungi mal yang megah, atau melakukan wisata kuliner tanpa membuang banyak waktu dan energi.
Selalu Lancar
Monoral akan menjadi pilihan moda transportasi umum baru. Fakta tak terbantahkan, dengan penggunaan jalur monorail melalui tiang tinggi, hampir pasti perjalanan warga akan selalu lancar, jika dibandingkan menggunakan kendaraan umum lewat jalan raya darat, seperti Bus Transjakarta, Taksi, Mikrolet termasuk kendaraan pribadi.
Hujan deras ditambah banjir kiriman dari Wilayah Bogor serta tinggi muka perairan laut meningkat pada tanggal 7 dan 8 April 2025, telah menyebabkan kemacetan arus lalu lintas luar biasa di Jakarta. Namun bagi para penumpang LRT dan MRT yang menggunakan lintasan rel di atas jalan raya, sama sekali tidak terdampak. Begitu pun saat monorail nanti bisa diwujudkan.
Jika pada era Gubernur Pramono Anung bisa kita resmikan proyek monorail, dipastikan menambah pilihan warga menggunakan transportasi umum pada setiap aktivitas dengan semakin lancar. Semoga! (Rist/Ton)












