BeritaHeadline

Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Ikuti Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

44
×

Rangkaian HPN 2026, 200 Wartawan Ikuti Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara

Sebarkan artikel ini
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, bersama pengurus PWI Pusat Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri Musrifah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Kadirah, Wakil Ketua Satgas Anti Hoaks Mercys Charles Loho, serta Wakil Ketua Bidang Humas Akhmad Dani.

JAKARTA, JAYA POS — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat memfinalisasi peserta dan seluruh kesiapan pelaksanaan Diklat Bela Negara Wartawan PWI, Jumat (23/1/2026).

Sebanyak sekitar 200 wartawan anggota PWI dipastikan akan mengikuti pendidikan dan pelatihan Bela Negara yang digelar di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bela Negara Kementerian Pertahanan, Bogor, pada 29 Januari hingga 1 Februari 2026.

Finalisasi mencakup kelengkapan administrasi, data pribadi peserta, hingga perlengkapan kegiatan. Para peserta dijadwalkan mengambil perlengkapan Diklat Bela Negara di Kantor PWI Pusat pada Rabu (28/1/2026).

Keesokan harinya, Kamis (29/1/2026), seluruh peserta akan diberangkatkan secara bersama-sama menggunakan bus dari Kementerian Pertahanan RI pada pukul 06.30 WIB.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan bersama PWI telah mematangkan pelaksanaan kegiatan ini melalui rapat koordinasi yang digelar di Gedung A.H. Nasution, Kementerian Pertahanan RI, Rabu (21/1/2026).

Diklat Bela Negara Wartawan PWI merupakan bagian dari rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang akan dipusatkan di Provinsi Banten. Sekretaris Jenderal PWI Pusat sekaligus Ketua Panitia HPN 2026, Zulmansyah Sekedang, menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu agenda strategis dalam memperkuat peran wartawan sebagai elemen bangsa.

Dalam rapat tersebut, Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, menjelaskan bahwa lokasi pelatihan dialihkan dari Akademi Militer Magelang ke Bogor karena padatnya agenda di Akmil.

“Karena agenda di Akmil Magelang padat dan berbenturan dengan jadwal PWI, maka pelaksanaan Diklat Bela Negara dialihkan ke Pusdiklat Bela Negara Kemenhan di Bogor agar kegiatan tetap berjalan optimal,” ujar Rico.

Diklat Bela Negara ini akan melibatkan sejumlah pemateri strategis dari berbagai kementerian dan lembaga, kalangan akademisi, serta Universitas Pertahanan. Program dirancang berjenjang dan terukur, dengan fokus utama pada penguatan nilai-nilai bela negara.

Rangkaian kegiatan dikemas dalam konsep retret kebangsaan, yang meliputi outbound, immersive learning, serta pembekalan nilai dasar bela negara guna membangun mental, disiplin, kepemimpinan, dan solidaritas peserta.

Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri, Badar Subur, menjelaskan bahwa konsep Diklat Bela Negara Wartawan PWI merupakan hasil kesepakatan pimpinan PWI, yakni Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan Sekjen Zulmansyah Sekedang, bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

“Diklat Bela Negara ini dirancang untuk membentuk wartawan yang tidak hanya profesional secara jurnalistik, tetapi juga memiliki ketangguhan mental, disiplin, serta solidaritas kebangsaan sebagai bagian dari pertahanan negara,” kata Badar.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan dirancang inklusif dan kolektif. Seluruh peserta mengikuti kegiatan secara bersama tanpa pemisahan tim, guna memperkuat kebersamaan dan komitmen kolektif.

Dari sisi teknis, peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum pelatihan. Peserta yang dinyatakan memenuhi syarat akan mengikuti Diklat Bela Negara selama tiga hari dan berhak memperoleh Sertifikat Bela Negara setelah dinyatakan lulus.

Sementara itu, Kepala Pusat Kompetensi Bela Negara BPSDM Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Ferry Trisnaputra, menyatakan kesiapan penuh jajarannya dalam mendukung kegiatan tersebut.

“Kami siap dan merasa terhormat dapat menyambut para wartawan PWI dalam Diklat Bela Negara ini,” ujarnya.

Rapat koordinasi pemantapan turut dihadiri jajaran pengurus PWI lainnya, antara lain Wakil Ketua PWI Bidang Hankam TNI/Polri Musrifah, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Kadirah, Wakil Ketua Satgas Anti Hoaks Mercys Charles Loho, serta Wakil Ketua Bidang Humas Akhmad Dani.

Dalam persiapan tersebut juga ditegaskan tata tertib peserta, termasuk pembatasan penggunaan telepon genggam, larangan merokok di barak, serta pengaturan jam istirahat malam sebagai bagian dari pembinaan mental, disiplin, dan tanggung jawab kebangsaan. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *