BeritaHeadline

Gubernur Sumatera Utara Resmikan Jembatan Aek Sipange di Desa Sigolang

21
×

Gubernur Sumatera Utara Resmikan Jembatan Aek Sipange di Desa Sigolang

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, didampingi Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan,Gus Irawan Pasaribu meresmikan jembatan Sipange di Desa si Golang

Oleh : Dr. Ronsen Mangaratua Pasaribu , SH.MM.

SIGOLANG, JAYA POS – Mimpi panjang masyarakat Desa Sigolang, Kecamatan Aek Bilah, Kabupaten Tapanuli Selatan akhirnya terwujud dengan diresmikannya Jembatan Aek Sipange, Kamis (5/3/2026). Peresmian jembatan yang disebut sebagai salah satu yang paling megah di wilayah tersebut dilakukan oleh Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, didampingi Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan,Gus Irawan Pasaribu.

Jembatan ini menjadi kado penting pemerintah bagi masyarakat Desa Sigolang, sebuah desa yang berada di kawasan pegunungan Bukit Barisan dengan kondisi geografis yang cukup terjal dan terpencil. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan akses transportasi sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat.

Pembangunan infrastruktur di kawasan ini sebenarnya telah dirintis sejak era kepemimpinan Raja Inal Siregar melalui program Marhube atau Nartabe. Program tersebut bertujuan membuka akses jalan antar desa yang sebelumnya hanya berupa jalan setapak, kemudian ditingkatkan menjadi jalan makadam yang menghubungkan sejumlah desa seperti Simangambat, Sipagimbar, Simoleole, Hutagadung, Ulumamis, Tolang, Biru, Sigolang, Sipagabu, Tapus, Sibiobio hingga Sipiongot, yang selanjutnya terhubung ke Gariga, Pangaribuan, hingga Tarutung.

Selain pembangunan jalan, program tersebut juga diikuti dengan program listrik masuk desa serta penyediaan fasilitas air bersih yang bersumber dari mata air pegunungan setempat.

Dr. Ronsen Mangaratua Pasaribu , SH.MM. menghunjuk jembatan  Aek Sipange.

Sejak awal 1970-an, pembangunan jalan di kawasan tersebut terus mengalami peningkatan. Dari jalan berbatu kemudian dilapisi aspal, dan di beberapa titik dilakukan semenisasi. Meski hingga kini masih terdapat beberapa ruas jalan yang perlu perbaikan, masyarakat mengakui pembangunan infrastruktur telah memberikan dampak besar terhadap efisiensi waktu perjalanan dan kelancaran mobilitas warga.

Jembatan Aek Sipange, yang diambil dari nama Dusun Sipange di Desa Sigolang, kini menjadi kebanggaan masyarakat setempat. Letaknya yang berada di antara Gunung Tikka Pangaribuan dan Gunung Sigolang dengan panorama alam yang indah bahkan berpotensi menjadi objek wisata baru.

Pembangunan jembatan ini menggunakan anggaran dari APBN. Usulan pembangunannya menguat setelah sebelumnya terjadi peristiwa tragis ketika sebuah kendaraan yang membawa satu keluarga hanyut terseret banjir bandang saat melintasi sungai tersebut, terutama saat musim mudik Lebaran.

Peristiwa tersebut mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat usulan pembangunan jembatan demi keselamatan masyarakat. Bahkan dalam proses pengawalan pembangunan, Gubernur sempat meninjau langsung lokasi hingga menginap di sekitar kawasan Sungai Aek Sipange untuk memastikan proyek tersebut dapat segera direalisasikan.

Kemajuan pembangunan akhir akhir ini sangat diharapkan oleh Presiden kita Prabowo Subuanto, melalui kemajuan bidang pertanian guna ketahanan pangan dan industri kedepannya, akan ditentukan oleh sejauhmana jembatan ini ditindak lanjuti dengan membangun peningkatan kualitas jalan yang menghubungkan Desa ke Desa, kecamatan ke Kecamatan dan kabupaten ke kabupaten sampai Propinsi Sumatra Utara.

Kini, jembatan tersebut menjadi jalur penting yang menghubungkan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian seperti kopi, karet, kulit manis, dan pinang. Setiap pekan, terutama pada hari Sabtu saat hari pasar di Sipagimbar, kendaraan angkutan barang dan truk hilir mudik membawa hasil bumi masyarakat.

Pemerintah dan masyarakat berharap kehadiran Jembatan Aek Sipange menjadi titik awal percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah pedalaman Tapanuli Selatan, termasuk peningkatan kualitas jalan antar desa agar lebih layak dan aman dilalui.

Dengan demikian, jembatan ini tidak hanya menjadi simbol pembangunan, tetapi juga diharapkan menjadi nadi baru pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan di Tapanuli Selatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *