JAKARTA, JAYA POS – Suasana penuh sukacita dan kekeluargaan mewarnai pengukuhan Mayjen (Purn) Ramses Limbong sebagai Ketua Umum Limbong Mulana, Boru & Bere (PULIMBOR) Sejabodetabek Banten periode 2026–2030. Pengukuhan tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Pesta Bona Taon Limbong Mulana Sejabodetabek Banten, Minggu (29/3/2026), di Sopo Marpingkir, Jakarta Timur.
Ramses Limbong sebelumnya terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (Mubes) yang digelar pada 29–30 November 2025 di Kinasih Resort & Conference, Caringin, Bogor. Ia menggantikan Berman Limbong, SH, MH, yang telah memimpin organisasi marga tersebut selama dua periode.
Rangkaian acara Bona Taon diawali dengan kebaktian yang dipimpin oleh Pdt. Freddy Limbong, dengan pembacaan firman dari Mazmur 133:1 yang menekankan pentingnya persaudaraan yang rukun dan harmonis. Dalam khotbahnya, ia mengingatkan keluarga besar Limbong Mulana agar tidak bersukacita di atas penderitaan orang lain dan tidak iri atas keberhasilan sesama.

“Berusahalah mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan,” pesannya, yang disambut khidmat oleh ribuan hadirin.
Prosesi pengukuhan dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Penasehat yang juga mantan Ketua Umum, Berman Limbong. Dalam sambutannya, Berman menyampaikan bahwa selama 20 tahun terakhir, proses pergantian kepengurusan belum pernah berlangsung dengan penuh sukacita dan keteladanan seperti saat ini.
“Di penghujung delapan tahun kepemimpinan saya, momen ini harus menjadi catatan sejarah bagi Limbong Mulana Sejabodetabek Banten. Kita memberi contoh kepada generasi penerus bahwa pergantian pemimpin dapat berjalan damai, elegan, dan penuh persatuan,” ujarnya.
Ia juga mengingat kembali motto kepemimpinannya, “Bersinarlah Terus Sampai Akhir,” sebagai harapan agar siapapun yang memimpin, tetap menjadi terang dan membawa manfaat bagi seluruh anggota punguan.
Sebagai bentuk penghargaan, Ramses Limbong menyerahkan plakat dan kenang-kenangan kepada Berman Limbong, termasuk sebuah foto dokumentasi perjalanan organisasi selama delapan tahun terakhir, yang membuat suasana haru menyelimuti ruangan.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum, Ramses Limbong menegaskan komitmennya untuk membangun marga dengan menitikberatkan pada pembinaan generasi muda.

“Membangun marga harus dimulai dari generasi muda agar tetap bangga sebagai suku Batak, khususnya Marga Limbong. Kita harus mampu berkembang di era modern tanpa kehilangan jati diri sebagai orang Batak,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya memegang teguh falsafah Batak Dalihan Na Tolu sebagai dasar kehidupan sosial, agar PULIMBOR Sejabodetabek Banten tetap kompak, solid, dan menjadi marga yang dihormati di tengah masyarakat luas.
Ribuan Hadir, Sukacita Menggema
Diperkirakan lebih dari 2.500 orang menghadiri Pesta Bona Taon tersebut. Momentum ini menjadi ajang silaturahmi akbar, mengingat kesibukan dan jarak tempat tinggal anggota yang tersebar di wilayah Jabodetabek dan Banten.
Acara semakin meriah dengan penampilan tortor dari parompuan Limbong Mulana serta koor gabungan dari seluruh wilayah. Lagu “Nang Gumalunsang Angka Laut” yang dinyanyikan bersama-sama menggema memenuhi gedung, menghadirkan suasana haru dan kebanggaan.
Seluruh turpuk juga menampilkan tortor masing-masing sembari menyerahkan santi-santi sebagai bentuk dukungan dana kepada panitia dan pengurus baru.

Anak-anak dan remaja pun turut ambil bagian menampilkan tortor dengan penuh semangat. Orang tua menyelipkan uang sebagai bentuk apresiasi dan dukungan. Keterlibatan generasi muda ini menjadi bagian penting dalam proses pewarisan budaya Batak sejak dini.
Ketua Panitia Bona Taon, Chayono Limbong, menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi keluarga besar Limbong Mulana.
“Antusiasme luar biasa ini menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan kita tetap menyala,” ujarnya.
Panitia menyiapkan door prize yang spektakuler, antara lain:
2 unit sepeda motor
6 unit sepeda motor listrik (masing-masing turpuk mendapat satu unit)
2 unit TV 50 inci
Berbagai hadiah hiburan menarik lainnya

Saat pengundian hadiah utama, suasana gedung mendadak hening penuh harap. Dua pemenang sepeda motor tampak haru dan hampir meneteskan air mata ketika nomor undian mereka disebutkan.
Berdasarkan laporan bendahara, dana yang terkumpul selama acara berlangsung mencapai Rp193 juta, belum termasuk dana yang telah dihimpun sebelumnya. Dana tersebut akan menjadi modal awal kepengurusan baru dalam menjalankan program sosial dan kegiatan adat ke depan.
Chayono juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, turpuk, serta perorangan yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil sehingga pesta berjalan sukses. Ia tak lupa memohon maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelayanan panitia.
Pesta Bona Taon 2026 bukan sekadar perayaan tahunan, tetapi menjadi simbol persatuan, kesinambungan kepemimpinan, serta komitmen menjaga nilai-nilai luhur budaya Batak di perantauan.

Dengan kepemimpinan Mayjen (Purn) Ramses Limbong, keluarga besar Limbong Mulana Sejabodetabek Banten kini menatap masa depan dengan optimisme baru—tetap berakar pada adat, kokoh dalam persaudaraan, dan siap bersinar di tengah masyarakat luas.
Diakhir acara, ditutup dengan doa dan seluruh yang hadir menyanyikan “ Oh Tano Batak “ mengingatkankan kita akan tanah leluhur kita yang selalu merindukannya. ***












