BeritaHeadlineNusantara

Banjir Bandang Terjang Nagari Duku: 1.098 KK Terpaksa Mengungsi, Situasi Kian Mengkhawatirkan

×

Banjir Bandang Terjang Nagari Duku: 1.098 KK Terpaksa Mengungsi, Situasi Kian Mengkhawatirkan

Sebarkan artikel ini
Rumah Warga Terkena Banjiran Pada Hari Selasa 6 Januari 2025.

PESISIR SELATAN, JAYA POS – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat, sejak Senin sore (6/1/2025) memicu meluapnya Sungai Batang Tarusan. Banjir bandang yang datang dengan cepat menggenangi dua kampung di Nagari Duku, yaitu Kampung Duku Benteng dan Kampung Simaung Cumateh, merendam 889 rumah yang dihuni oleh 1.098 Kepala Keluarga (KK). Kerugian materiil pun ditaksir cukup besar, sementara warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat aman tanpa persiapan yang memadai.

Wali Nagari Duku, Eridal, PNK, Dt. Rajo Lelo, menyampaikan keprihatinannya atas kondisi yang semakin memprihatinkan. “Air terus naik, dan hujan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti. Banyak warga di Kampung Simaung Cumateh terpaksa bertahan di atas plafon rumah untuk menyelamatkan diri. Kami berharap bantuan segera datang untuk meringankan penderitaan warga,” ujarnya.

Krisis: Tempat Pengungsian Belum Memadai

Situasi banjir ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari warga yang terdampak. Pemerintah Nagari Duku hingga kini belum dapat mendirikan posko pengungsian karena keterbatasan fasilitas. Warga diminta mencari perlindungan sementara di tempat-tempat lebih tinggi atau di rumah tetangga yang tidak terkena dampak langsung.

“Kami mengimbau seluruh warga untuk tetap tenang, waspada, dan mengutamakan keselamatan diri serta keluarga. Jika memungkinkan, segera evakuasi ke tempat yang lebih aman,” tambah Eridal.

Aksi Cepat: Permintaan Bantuan Darurat

Pemerintah Nagari Duku telah menghubungi Dinas Sosial Kabupaten, Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, dan BPBD Kabupaten untuk meminta bantuan darurat. Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, bahan pokok, pakaian, dan tempat pengungsian menjadi prioritas utama.

“Untuk sementara ini, bantuan dari warga sekitar dan relawan sangat membantu, tetapi tidak cukup untuk menangani kebutuhan mendesak semua warga terdampak. Kami berharap bantuan pemerintah segera tiba,” kata Eridal.

Hujan Belum Reda, Warga Dihantui Kekhawatiran

Cuaca ekstrem masih terus terjadi, membuat situasi semakin sulit. Derasnya hujan berpotensi memperparah banjir dan memicu longsor di beberapa titik. Hingga berita ini diturunkan, ketinggian air di Kampung Simaung Cumateh terus bertambah, memaksa aparat setempat bekerja keras melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya.

Warga Nagari Duku berharap bencana ini segera berakhir agar mereka dapat kembali ke rumah masing-masing dan memulai proses pemulihan. Di sisi lain, pemerintah dan masyarakat luas diimbau untuk berperan aktif dalam memberikan bantuan serta dukungan bagi para korban banjir ini.

Dengan kondisi yang terus berkembang, semua pihak diharapkan dapat bersinergi untuk mengatasi dampak bencana ini, demi menjaga keselamatan dan keberlangsungan hidup masyarakat terdampak. (BsC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *