MOJOKERTO, JAYA POS – Upaya pelestarian budaya dan pengembangan kearifan lokal di Kabupaten Mojokerto mendapat angin segar dengan diresmikannya Museum Majapahit, Senin (17/6). Peresmian tersebut dilakukan langsung oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, didampingi Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian.
Dalam sambutannya, Mas Wabup—sapaan akrab Rizal Octavian—menegaskan pentingnya pembangunan berbasis pelestarian budaya. Ia menyampaikan bahwa momentum peresmian ini harus menjadi titik tolak kolaborasi berkelanjutan antara Pemkab Mojokerto dan Kementerian Kebudayaan, dalam rangka melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang telah mengakar kuat di wilayah Mojokerto.
“Pengembangan yang kita lakukan haruslah berorientasi pada keberlanjutan dan tidak mengorbankan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, serta keaslian situs-situs bersejarah yang ada. Prinsip pelestarian harus menjadi fondasi utama dalam setiap rencana pembangunan maupun promosi wisata budaya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penggantian nama dari Pusat Informasi Majapahit menjadi Museum Majapahit bukan sekadar simbolis, melainkan langkah strategis dalam merawat memori kolektif bangsa atas kejayaan masa lalu.
“Ini adalah titik awal, sebuah kick-off untuk membesarkan dan menata ulang museum ini sebagai representasi kejayaan Majapahit. Nama ‘Majapahit’ bukan hanya nama besar, tapi tanggung jawab moral bagi kita semua untuk menjaganya tetap bermakna dan tidak disalahgunakan,” ujarnya.
Fadli juga menekankan pentingnya proteksi atas nama-nama cagar budaya nasional. Menurutnya, nama-nama bersejarah seperti Majapahit harus tetap menjadi bagian dari identitas bangsa yang dilindungi secara hukum dan moral.
“Kita punya tanggung jawab agar nama Majapahit tetap menjadi milik negara. Nama-nama cagar budaya harus kita jaga, karena selain memiliki nilai historis, juga menyimpan makna mendalam bagi masyarakat dan bangsa,” lanjutnya.
Museum Majapahit sendiri berlokasi di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto—wilayah yang dikenal sebagai jantung peradaban Kerajaan Majapahit. Museum ini menyimpan ribuan artefak penting dari era kejayaan Nusantara. Didirikan pada tahun 1942 oleh Bupati Mojokerto RAA Kromojoyo Adinegoro bersama arsitek Belanda Henricus Maclaine Pont, museum ini menjadi saksi bisu komitmen pelestarian budaya sejak sebelum Indonesia merdeka.
Dengan diresmikannya Museum Majapahit, diharapkan tumbuh semangat baru dalam merancang strategi pelestarian budaya, menjadikan Mojokerto sebagai salah satu poros wisata sejarah nasional, serta memperkuat identitas bangsa melalui pengenalan kembali kejayaan masa lalu kepada generasi masa kini dan mendatang. (Aj)












