BeritaHeadline

Peringati HUT RI ke-80, Pemkab Mojokerto Dorong Komitmen SDM PKH dalam Pengentasan Kemiskinan

×

Peringati HUT RI ke-80, Pemkab Mojokerto Dorong Komitmen SDM PKH dalam Pengentasan Kemiskinan

Sebarkan artikel ini
Bupati acara program kemiskinan.

MOJOKERTO, JAYA POS —Pemerintah Kabupaten Mojokerto melalui Dinas Sosial menggelar Dialog Kemerdekaan bersama seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) Program Keluarga Harapan (PKH) se-Kabupaten Mojokerto. Kegiatan ini berlangsung di kawasan Wisata Desa Bumi Mulyo Jati, Kecamatan Dlanggu, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momen reflektif atas kemerdekaan bangsa, namun juga sarana memperkuat peran strategis SDM PKH dalam pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan. Hadir dalam kesempatan tersebut, Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa, didampingi jajaran pejabat Dinas Sosial serta para pendamping PKH dan unsur terkait lainnya.
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Gus Barra itu menegaskan bahwa makna kemerdekaan sejati tidak hanya sebatas lepas dari penjajahan fisik, tetapi juga terbebas dari belenggu kemiskinan, kelaparan, dan penderitaan sosial.
“Kemerdekaan harus membawa rakyat keluar dari kemiskinan. PKH bukan sekadar program bantuan sosial, melainkan investasi sosial bangsa. Melalui pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan ekonomi keluarga, kita membangun pondasi kesejahteraan jangka panjang,” tegas Gus Barra.
Bupati juga memberikan apresiasi tinggi kepada para pendamping sosial PKH yang selama ini telah bekerja dengan penuh dedikasi dan ketulusan. Ia menekankan bahwa peran mereka sangat penting karena berada di garis depan dalam menjangkau masyarakat rentan.
“Pendamping PKH adalah pejuang sosial. Mereka hadir langsung di tengah masyarakat, mendengar keluhan, memberikan edukasi, dan memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran. Tugas ini sangat menuntut komitmen, kesabaran, dan ketulusan,” ungkapnya.

Tantangan Era Digital dan Peran Edukatif Pendamping
Gus Barra juga menyoroti tantangan baru yang dihadapi SDM PKH di era digital, terutama terkait persepsi publik atas bantuan sosial yang kerap disalahartikan akibat penyebaran informasi yang tidak akurat.
“Kita sering menerima keluhan soal bantuan tidak tepat sasaran atau digunakan untuk hal-hal yang tidak produktif seperti pinjaman online. Para pendamping harus aktif memberikan edukasi dan klarifikasi secara bijaksana agar masyarakat tetap percaya terhadap program-program sosial pemerintah,” jelasnya.
Sinergi Lintas Sektor untuk Penanggulangan Kemiskinan
Menutup sambutannya, Bupati Mojokerto menegaskan komitmen Pemkab untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya pengentasan kemiskinan. Kolaborasi antara Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, hingga sektor ekonomi dan UMKM akan terus diperluas demi menciptakan intervensi yang komprehensif dan berkelanjutan.
“Dengan semangat kemerdekaan, saya berharap SDM PKH terus menjadi mitra strategis dalam mewujudkan masyarakat Mojokerto yang lebih berdaya, sejahtera, dan berkeadilan,” pungkasnya.
Kegiatan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum usai. Kemerdekaan sejati baru bisa dirasakan ketika seluruh lapisan masyarakat bebas dari kemiskinan dan memiliki akses terhadap kehidupan yang layak dan bermartabat. (Ad/aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *