BeritaHeadline

UKI Gelar Pelatihan Keamanan Akun Digital di SMK Yadika 13 Tambun: Membangun Ketahanan Mental dan Literasi Digital Siswa

×

UKI Gelar Pelatihan Keamanan Akun Digital di SMK Yadika 13 Tambun: Membangun Ketahanan Mental dan Literasi Digital Siswa

Sebarkan artikel ini
Ket. Gbr. Foto bersama dosen, mahasiswa, & warga sekolah.

TAMBUN, JAYA POS — Universitas Kristen Indonesia (UKI) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun generasi muda yang tangguh dan cakap teknologi melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang digelar di SMK Yadika 13 Tambun, Kamis (29/5/2025).

Mengangkat tema Keamanan Akun Digital sebagai Upaya Pencegahan Gangguan Mental di Kalangan Siswa SMK”, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga keamanan digital demi mencegah dampak negatif dunia maya terhadap kesehatan mental.

Kegiatan ini melibatkan lima dosen UKI dari berbagai program studi:

  1. Dr. Melda Rumia Rosmery, M.Pd., Kons. – Prodi Bimbingan dan Konseling

  2. Dr. Ir. Edison Siregar, M.M., CHRM. – Prodi Magister Administrasi Publik

  3. Risma Uly Manalu, S.Kom., MMSI – Prodi Analisis Keuangan

  4. Dr. dr. Dameria Sinaga, M.Pd. – Prodi Bimbingan dan Konseling

  5. Melya Dyanasari Sebayang, S.Si., MT – Prodi Teknik Mesin

Pelatihan dimulai pukul 13.00 WIB, dibuka dengan sambutan hangat dari MC, dilanjutkan doa pembuka oleh Bania Bastanta Tarigan, mahasiswa Program Studi Matematika UKI. Seluruh peserta kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk penghormatan dan peneguhan semangat nasionalisme.

Kepala SMK Yadika 13, Novita Yusnaini S., S.S., M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif UKI. Ia menekankan pentingnya edukasi digital bagi pelajar, mengingat ancaman siber dan tekanan sosial di dunia maya semakin mengkhawatirkan.

Seminar Interaktif: Edukasi Digital dan Pencegahan Gangguan Mental

Dua narasumber utama memandu sesi seminar. Dr. Melda Rumia Rosmery membahas keterkaitan erat antara keamanan akun digital dan kesehatan mental remaja, menekankan bagaimana peretasan, perundungan daring (cyberbullying), dan penyalahgunaan media sosial dapat memicu stres bahkan depresi.

Sementara itu, Risma Uly Manalu memberikan panduan praktis menjaga keamanan data pribadi di media sosial serta tips mengenali potensi ancaman digital.

Sesi berlangsung interaktif dan diselingi dengan ice breaking untuk mencairkan suasana, membuat peserta semakin antusias. Tanya jawab yang menyusul pun berlangsung hangat, mencerminkan antusiasme siswa terhadap isu yang diangkat.

Kolaborasi Lintas Disiplin: Pilar Literasi Digital dan Karakter Bangsa

Tak hanya seminar, kegiatan ini juga memperkenalkan berbagai program studi di UKI, membuka wawasan siswa tentang jenjang pendidikan tinggi. Dalam penutupan acara, Dr. Ir. Edison Siregar menegaskan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah menjadi pilar penting dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat secara digital dan mental.

Kegiatan ini turut melibatkan tujuh mahasiswa UKI yang aktif berperan:

  • Prodi Bimbingan dan Konseling: Joshua Dwi Hartoyo, Dian Kristin Manullang, Jordan Luziano, Dhio Chrisnawandi, Maya Zaina Billah

  • Prodi Matematika: Bania Bastanta Tarigan, Jordan Angelo Gijantoro

Kehadiran mereka menambah semangat kolaboratif yang menjadi ciri khas PKM UKI — kolaborasi lintas disiplin untuk menjawab tantangan zaman.

Langkah Kecil untuk Dampak Besar

Pelatihan ini bukan sekadar agenda seremonial, tetapi menjadi awal dari gerakan edukatif yang diharapkan terus berkembang. Dengan mengedepankan literasi digital, keamanan siber, dan kesehatan mental, UKI turut mengambil bagian dalam membentuk karakter pelajar Indonesia yang adaptif, tangguh, dan berakhlak mulia.

Interaksi yang terjalin antara narasumber dan warga sekolah menciptakan suasana akrab, penuh semangat belajar, dan membuka pintu kemitraan jangka panjang antara UKI dan SMK Yadika 13.

Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa langkah kecil, bila dilakukan dengan niat baik dan kolaborasi yang kuat, dapat membawa perubahan besar — menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam menghadapi tantangan psikologis di era digital yang serba cepat ini.

Semoga kegiatan serupa dapat terus digalakkan dan menjangkau lebih banyak sekolah di seluruh Indonesia.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *