MOJOKERTO, JAYA POS – Komitmen kuat Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barraa, dalam meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat kembali diwujudkan melalui program nyata. Bersama Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto, ia memfasilitasi penyerahan bantuan peralatan kerja bagi Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH), sebagai langkah awal dalam merintis usaha dan mengatasi kemiskinan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Mojokerto yang dikenal sebagai Catur Abhipraya Mubarok, sekaligus termasuk dalam agenda Program 100 Hari Kerja.
“Ini merupakan komitmen nyata kami dalam program 100 hari kerja untuk memberikan solusi konkret dalam pengentasan kemiskinan dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat,” jelas Bupati yang akrab disapa Gus Barra.
Tak sekadar memberikan bantuan alat kerja, kegiatan ini juga dirangkai dengan pelatihan kewirausahaan yang menyasar ibu-ibu penerima manfaat. Dengan dukungan penuh dari Tim Penggerak PKK Kabupaten Mojokerto, pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik semangat para ibu untuk langsung mengaplikasikan ilmu yang diperoleh ke dalam usaha boga masing-masing.
“Saya percaya ibu-ibu punya potensi besar. Karena itu, dalam pelatihan ini, kami tidak hanya memberikan teori, tapi juga langsung menyerahkan peralatan usahanya. Harapannya, setelah pelatihan, mereka bisa langsung praktik dan mandiri,” ujar Gus Barra.
Adapun bantuan yang diberikan berupa satu paket lengkap peralatan dapur, seperti kompor beserta tabung gas, blender atau chopper, mixer, wajan, oven, dan dandang. Peralatan ini disesuaikan dengan jenis usaha makanan yang tengah dijalankan oleh masing-masing peserta.
Gus Barra juga menjelaskan bahwa penerima bantuan telah terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebuah sistem basis data nasional yang mencakup informasi lengkap tentang kondisi sosial, ekonomi, dan demografis penduduk berpenghasilan rendah.
“Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial bersyarat yang diberikan kepada keluarga miskin atau rentan yang terdaftar di DTKS dan ditetapkan sebagai penerima manfaat,” pungkasnya.
Melalui sinergi antara pemerintah daerah, PKK, dan Dinas Sosial, diharapkan program ini mampu menjadi titik awal lahirnya wirausaha mandiri baru di Mojokerto yang memperkuat fondasi ekonomi keluarga dan masyarakat secara luas. (Aj)












