BeritaNusantara

Pemerintah Kabupaten Mojokerto Luncurkan Program Hafidz dan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026

×

Pemerintah Kabupaten Mojokerto Luncurkan Program Hafidz dan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026

Sebarkan artikel ini
Pemerintah Kabupaten Mojokerto Luncurkan Program Hafidz dan SPMB Tahun Ajaran 2025/2026.

MOJOKERTO, JAYA POS – Suasana haru, bangga, dan penuh semangat membanjiri Pendopo Graha Maja Tama (GMT), Kabupaten Mojokerto, saat sebanyak 5.035 santri dari berbagai jenjang pendidikan—mulai SD, MI, SMP, MTs, hingga SMA dan SMK—diwisuda dalam Wisuda Tahfidz Gemajuza 2025. Acara megah ini menjadi saksi lahirnya generasi muda yang tak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia, mencerminkan visi besar Kabupaten Mojokerto dalam mencetak generasi emas masa depan.

Pada momen yang sama, Pemerintah Kabupaten Mojokerto merayakan empat tonggak prestasi monumental sekaligus: wisuda tahfidz Gemajuza, peluncuran Program Hafidz, deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2025/2026, serta pengumuman raihan nilai tertinggi Standar Pelayanan Minimum (SPM) Bidang Pendidikan secara nasional dari Kementerian Pendidikan—dengan skor gemilang 87.

Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, menegaskan bahwa program Gemajuza (Gerakan Mojokerto Menghafal Juz Amma) bukan sekadar program hafalan, melainkan pondasi kokoh dalam pembentukan karakter generasi muda.

“Gemajuza adalah bagian dari misi besar lima tahun ke depan. Bukan hanya menciptakan anak-anak yang cerdas secara intelektual, tetapi juga secara emosional dan spiritual. Mereka tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah,” ujarnya penuh semangat.

Bupati Albarra juga menyoroti pentingnya nilai-nilai Qur’ani dalam membentuk ketahanan moral generasi muda. Ia bangga menyatakan bahwa berkat program ini, Kabupaten Mojokerto terbebas dari fenomena kekerasan pelajar yang marak di daerah lain.

“Tidak ada tawuran, tidak ada yang membawa parang atau celurit. Alhamdulillah, ini buah dari pendidikan karakter sejak dini melalui hafalan Al-Qur’an,” tegasnya.

Dalam rangka memperkuat gerakan ini, Pemkab Mojokerto juga resmi meluncurkan Program Hafidz, sebuah inisiatif lanjutan yang menargetkan para siswa SD dan SMP untuk melanjutkan hafalan hingga 30 juz Al-Qur’an secara intensif.

“Program ini adalah investasi masa depan. Di tangan para penghafal Al-Qur’an, insyaallah akan tumbuh pemimpin-pemimpin yang cerdas, amanah, dan berakhlak mulia,” tambah Gus Bupati.

Ia juga mengingatkan para wisudawan agar tidak berhenti di tengah jalan.

“Jangan puas hanya hafal 5 atau 10 juz. Lanjutkan hingga 30 juz. Itu akan menjadi mahkota kalian dan kedua orang tua di surga Allah,” pesannya menyentuh hati.

Selain itu, Kabupaten Mojokerto juga mendeklarasikan penerapan SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) 2025/2026 yang akan dilaksanakan serentak di seluruh sekolah di wilayah ini. Sistem ini dibangun dengan prinsip keadilan, transparansi, dan tanpa pungutan liar, demi menjamin akses pendidikan yang setara bagi seluruh anak bangsa.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama, sesuai potensi dan minatnya,” jelas Bupati Albarra.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas kerja keras seluruh pihak yang telah mengantarkan Kabupaten Mojokerto meraih nilai SPM tertinggi se-Indonesia.

“Prestasi ini adalah hasil sinergi antara pendidik, kepala sekolah, orang tua, komite, dan Dinas Pendidikan. Semoga ini menjadi pelecut semangat untuk terus meningkatkan mutu layanan pendidikan,” tuturnya.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Ludfi Ariyono, melaporkan bahwa program Gemajuza telah berlangsung selama lima tahun dan terus mengalami peningkatan partisipasi setiap tahunnya. Tahun ini, partisipan meningkat menjadi 5.035 anak, dari sebelumnya 3.919.

Rinciannya, peserta berasal dari jenjang SD sebanyak 2.399 anak, MI 1.170 anak, SMP 1.093 anak, MTs 294 anak, dan SMA/SMK/MA sebanyak 79 siswa. Semua telah melewati munaqosah atau ujian hafalan yang diselenggarakan bersama Jam’iyyah Quro’ wal Hufadz Nahdlatul Ulama (JQHNU) Mojokerto.

“Kenaikan jumlah peserta ini adalah hasil kerja sama yang luar biasa, terutama dengan JQHNU yang telah mengawal kualitas dan proses ujian hafalan dengan sangat baik,” tutupnya.

Dengan sinergi kuat antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Kabupaten Mojokerto menunjukkan bahwa pendidikan berbasis nilai dan karakter dapat menjadi landasan menuju masa depan yang gemilang. (Aj)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *