BeritaHeadline

Selasa Legi Malam, Gunung Padang Jadi Pusat Doa Nusantara untuk Kedamaian Bangsa

×

Selasa Legi Malam, Gunung Padang Jadi Pusat Doa Nusantara untuk Kedamaian Bangsa

Sebarkan artikel ini
Kolonel Laut Pundjung ketika memimpin doa di Situs Purba untuk negara dan pemimpin bangsa.

CIANJUR, JAYA POS – Malam yang penuh khidmat menyelimuti Teras 5 Gunung Padang, Cianjur, pada Selasa malam (16/9). Dalam keheningan situs megalitikum yang dipercaya sebagai warisan leluhur bangsa, segenap lapisan umat beragama berkumpul untuk menggelar doa lintas iman. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh kesungguhan, memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kedamaian negeri, persatuan rakyat, dan keselamatan para pemimpin bangsa yang tengah menghadapi tantangan besar dalam situasi yang penuh ketidakpastian.

Ibadah Katolik, yang dipimpin oleh Kolonel Laut (Kh) Ignatius Pundjung Triyogatama dari Keuskupan TNI-Polri, menjadi pembuka rangkaian doa malam itu. Dalam setiap bait doanya, Kolonel Pundjung mengungkapkan harapan agar Indonesia terhindar dari perpecahan, senantiasa dilindungi oleh kekuatan persatuan, dan diberi kemampuan untuk menjaga keharmonisan di tengah segala perbedaan. Tak lupa, ia juga mendoakan arwah para pahlawan serta leluhur bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Secara khusus, doa dipanjatkan untuk para pemimpin bangsa, memohon agar mereka diberikan kebijaksanaan, kejernihan hati, serta keberanian untuk mengambil langkah-langkah yang terbaik demi kesejahteraan rakyat. “Semoga Tuhan memberikan petunjuk kepada para pemimpin kami, agar di tengah segala permasalahan yang dihadapi, mereka tetap teguh memihak pada kebenaran, keadilan, dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Kolonel Pundjung dalam doanya yang penuh harapan.

Keheningan malam itu terasa semakin mendalam dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, seperti Ketua Umum Forum Pemred Media Siber Indonesia Dar Edi Yoga, anggota Dewan Pakar PWI Pusat Radly Doy, serta praktisi spiritual Cahaya Adi Wibowo. Mereka bersama Mahasiswa Universitas Padjadjaran Johanes Vianne Derda dan umat lainnya turut menguatkan semangat doa yang dipanjatkan. Kehadiran mereka menggambarkan betapa pentingnya kebersamaan dalam mewujudkan kedamaian bangsa, di mana doa menjadi medium yang menyatukan hati dan pikiran untuk kebaikan Indonesia.

Tak kalah penting, doa dari umat Islam juga bergema di malam yang sama. Kepala Juru Pelihara Gunung Padang, Nanang Sukmana, memimpin jamaah dalam doa untuk keselamatan dan kesejahteraan bangsa. Dalam kebersamaan yang luar biasa itu, turut hadir Ketua Bidang Pembelaan dan Pembinaan Hukum PWI Pusat Anrico Pasaribu, pengurus PWI Jaya Budi Utomo, serta umat Islam lainnya yang khusyuk memanjatkan doa. Semua berdoa dengan tulus agar Indonesia senantiasa berada dalam perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dan mendapat berkat dari para leluhur bangsa.

Gunung Padang, dengan keindahan alamnya yang mempesona, malam itu menjadi saksi hidup dari sebuah momen persatuan lintas iman yang luar biasa. Di bawah cahaya bintang yang gemerlapan, doa dari berbagai keyakinan bersatu dalam satu ikrar suci: menjaga Indonesia agar tetap damai, rukun, dan berada dalam lindungan leluhur serta berkat Tuhan Yang Maha Esa.

Semoga Indonesia terus menjadi negeri yang penuh kedamaian dan persatuan, meskipun dalam setiap ujian yang dihadapi.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *