BeritaHeadline

Mahasiswa Universitas Mpu Tantular Gelar Webinar Pancasila sebagai Landasan Etika Bermedsos

42
×

Mahasiswa Universitas Mpu Tantular Gelar Webinar Pancasila sebagai Landasan Etika Bermedsos

Sebarkan artikel ini
Kesit Budi Handoyo, Ketua PWI Jaya.

JAKARTA, JAYA POS — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, persoalan etika dalam bermedia sosial kian menjadi perhatian serius. Isu tersebut menjadi fokus utama dalam webinar bertajuk “Pancasila sebagai Landasan Etika dalam Bermedia Sosial” yang diselenggarakan Universitas Mpu Tantular, Jumat (23/1/2026), pukul 13.00 WIB melalui platform Zoom.

Webinar ini diikuti sekitar 100 peserta yang berasal dari kalangan mahasiswa, dosen, masyarakat umum, serta dihadiri pula oleh sejumlah wartawan. Kegiatan ini diinisiasi oleh Dosen Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Mpu Tantular sekaligus pengampu Mata Kuliah Pancasila, Serepina Tiur Maida, S.Sos., M.Pd., M.I.Kom., dengan kepanitiaan yang digerakkan oleh mahasiswa berlandaskan semangat berbagi. Kepanitiaan diketuai oleh Sri Widyaningsih.

Menariknya, webinar ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga mengusung nilai kepedulian sosial. Para peserta turut berdonasi untuk membantu korban bencana banjir, sehingga kegiatan ini tidak sekadar bersifat edukatif, tetapi juga humanis.

Webinar menghadirkan Kesit Budi Handoyo, Ketua PWI Jaya, sebagai narasumber utama, didampingi oleh Serepina Tiur Maida selaku praktisi komunikasi, pendidikan, dan media. Dalam pemaparannya, disampaikan bahwa saat ini sekitar 82 persen populasi Indonesia telah terhubung dengan internet, angka yang mencerminkan tingginya aktivitas masyarakat di ruang digital sekaligus menegaskan urgensi penerapan nilai-nilai Pancasila dalam bermedia sosial.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Mpu Tantular, Ir. Retno Wardani, MM. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya literasi digital berbasis nilai kebangsaan, khususnya bagi generasi muda dan civitas akademika. Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan etika agar ruang digital tidak menjadi pemicu konflik sosial.

Ketua PWI Jaya, Kesit Budi Handoyo, menyoroti peran strategis media dan jurnalisme dalam menjaga kualitas ruang publik digital. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjadi kompas moral untuk menghadapi maraknya hoaks, ujaran kebencian, serta polarisasi yang kerap terjadi di media sosial.

Sementara itu, Serepina Tiur Maida menekankan bahwa etika bermedia sosial bukan semata tanggung jawab pemerintah atau media, melainkan seluruh pengguna internet. Nilai-nilai Pancasila seperti kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial dinilai sangat relevan sebagai pedoman bersikap dan berinteraksi di dunia digital.

Webinar yang dipandu oleh Sri Widyaningsih dan Fatih ini berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas praktik bermedia sosial secara bijak dan beretika. Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga membagikan gift berupa kartu kelas public speaking dan pendidikan dari sponsor media kreatif kepada peserta yang aktif bertanya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para peserta semakin memahami pentingnya menjadikan Pancasila sebagai landasan etika dalam bermedia sosial, sehingga ruang digital Indonesia dapat tumbuh menjadi ruang yang sehat, beradab, dan mencerminkan jati diri bangsa.(STH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *