BeritaHeadline

Intan Simanjuntak Berbagi Inspirasi di Tarnama Podcast: Merawat Harapan Lewat Pendidikan di Bonapasogit

41
×

Intan Simanjuntak Berbagi Inspirasi di Tarnama Podcast: Merawat Harapan Lewat Pendidikan di Bonapasogit

Sebarkan artikel ini
Penyerahan Plakat Penghargaan perwakilan dari Tarnama Podcast (TP) Hotjon Marluga ( Ketua Redaksi TP) kepada Intan Simanjuntak (Ketua Pengurus Yayasan Del.

JAKARTA, JAYA POS — Kehadiran Intan Simanjuntak, Ketua Pengurus Yayasan Del, dalam program Tarnama Podcast di Universitas Mpu Tantular menjadi ruang refleksi sekaligus inspirasi tentang peran pendidikan dalam membangun masa depan bangsa. Podcast yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Studio Lantai 5 Kampus Bhinneka Tunggal Ika Universitas Mpu Tantular, Jakarta, itu menghadirkan perbincangan hangat seputar komitmen pengabdian, pendidikan berkelanjutan, serta nilai-nilai budaya dan kebangsaan.

Dalam suasana dialog yang santai namun sarat makna, Intan Simanjuntak—yang juga dikenal sebagai menantu Luhut Binsar Panjaitan—berbagi pandangan dan pengalaman panjangnya mengelola Yayasan Del. Kehadirannya diharapkan mampu menumbuhkan semangat perubahan, khususnya bagi generasi muda yang tengah mencari arah dan makna dalam berkarya.

Yayasan Del sendiri dikenal sebagai lembaga yang berfokus pada pembaruan kehidupan berbangsa dan bernegara melalui penguatan sumber daya manusia. Sejak awal berdiri, yayasan ini secara konsisten menunjukkan dedikasinya dalam meningkatkan dan menyetarakan kompetensi individu, terutama di bidang pendidikan dan pengabdian masyarakat, termasuk menjangkau wilayah-wilayah terpencil di Indonesia.

Yayasan Del lahir dari gagasan Luhut Binsar Panjaitan bersama istrinya, Devi boru Simatupang. Didirikan pada tahun 2001, Del memulai langkahnya dengan membangun institusi pendidikan berstandar global di Desa Sitoluama, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Pada masa itu—sekitar 25 tahun lalu—pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas di daerah menjadi tantangan besar, sekaligus fokus utama Del sebagai kontribusi nyata dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Dalam perannya sebagai Ketua Pengurus Yayasan Del, melanjutkan estafet kepemimpinan dari Patuan Simatupang, Intan mengungkapkan komitmennya untuk terlibat langsung dalam pengelolaan yayasan. Ia rutin mengunjungi Laguboti hampir setiap bulan guna memantau secara langsung sekolah-sekolah dan unit-unit yang dikelola Del, di antaranya Institut Teknologi Del (IT Del) dan SMA Unggul Del, serta berbagai program pendidikan dan pengabdian masyarakat lainnya yang berbasis riset.

“Kunjungan rutin ini merupakan bentuk komitmen kami untuk memastikan setiap program berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Kehadiran langsung sangat penting agar pengurus benar-benar memahami situasi nyata di lokasi,” ujar Intan dalam perbincangan tersebut.

Lebih lanjut, Intan menjelaskan bahwa sekitar 90 hingga 95 persen peserta didik di Del berasal dari suku Batak, sehingga nilai-nilai budaya Batak masih sangat kental mewarnai lingkungan pendidikan Del. Meski demikian, ia menegaskan bahwa semangat kebangsaan selalu ditempatkan di atas identitas kultural. Nilai-nilai budaya Batak ditanamkan sebagai akar pembentuk karakter, tanpa mengesampingkan identitas sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa Del tidak semata-mata menitikberatkan pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, pelestarian budaya, serta penguatan identitas nasional. Dengan demikian, Del berupaya melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran budaya, integritas moral, dan nasionalisme yang kuat.

Perbincangan kali ini terasa semakin istimewa karena dipandu oleh Serepina, host Tarnama Podcast yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah Bidang Administrasi dan Sumber Daya Manusia di SMA Unggul Del, Laguboti. Kedekatan emosional dan pengalaman lapangan membuat dialog berlangsung hangat dan reflektif.

Dalam balutan kesederhanaan, sosok Boru Batak seperti Intan Simanjuntak tampil sebagai figur yang secara konsisten—tanpa banyak sorotan—merawat harapan melalui pendidikan di Bonapasogit. Upaya tersebut menjadi wujud komitmen nyata dalam memajukan pendidikan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sebagai landasan pembentukan karakter, Yayasan Del mengusung filosofi Martuhan, Marroha, Marbisuk (bertuhan, berakal, dan bijaksana). Nilai-nilai ini diterapkan secara konsisten di seluruh lingkungan pendidikan Del, termasuk di Institut Teknologi Del, Sitoluama, Laguboti, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, yang kini telah memasuki usia 25 tahun. Filosofi tersebut menjadi penanda bahwa pendidikan bukan sekadar proses transfer ilmu, melainkan jalan membentuk manusia seutuhnya. (STH)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *