BeritaHeadline

Dosen Teknik Mesin UKI Ikuti International Battery Summit 2026, Dorong Kolaborasi Pengembangan Teknologi Baterai dan Kendaraan Listrik

×

Dosen Teknik Mesin UKI Ikuti International Battery Summit 2026, Dorong Kolaborasi Pengembangan Teknologi Baterai dan Kendaraan Listrik

Sebarkan artikel ini
Founder NBRI Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini diantara peserta, pembicara dari Indonesia maupun manca negara di hari kedua International Batterey Summit (IBS) 2026. (Foto/Ms)

JAKARTA, JAYA POS – Dosen Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia (UKI), Cand. (DR) Melya Dyanasari Sebayang, S.Si., MT., turut ambil bagian dalam International Battery Summit (IBS) 2026, sebuah forum internasional yang membahas perkembangan teknologi baterai, energi terbarukan, sistem penyimpanan energi, hingga ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

Kegiatan yang diselenggarakan National Battery Research Institute (NBRI) dengan Founder Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini tersebut berlangsung pada 26–28 Agustus 2026 di JIExpo Convention Center, Jakarta.

IBS 2026 menjadi salah satu forum yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan teknologi baterai dan transisi energi. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta serta menghadirkan 100 pembicara dari Indonesia dan berbagai negara.

Para pembicara berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari instansi pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, asosiasi, hingga perwakilan negara sahabat.

Forum tersebut mengangkat tema besar “Memberdayakan Transisi Energi melalui Teknologi Baterai Mutakhir, Energi Terbarukan, Penyimpanan Energi, dan E-Mobilitas.”

Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai penting karena pengembangan ekosistem baterai tidak hanya membutuhkan kemampuan riset dan teknologi, tetapi juga dukungan regulasi, standardisasi, investasi, industri, sumber daya manusia, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi dan dunia usaha.

Melalui IBS 2026, para peserta dan pemangku kepentingan didorong untuk memperkuat kerja sama dalam mengembangkan energi terbarukan, khususnya teknologi penyimpanan energi dan kendaraan listrik.

Dalam konteks tersebut, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan industri baterai nasional karena memiliki sumber daya mineral yang menjadi bahan baku penting dalam rantai pasok baterai.

Namun, potensi sumber daya tersebut perlu diikuti dengan penguatan teknologi, riset dan pengembangan (research and development/R&D), peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan standar yang mampu menjamin keamanan dan kualitas produk baterai.

Bahas Hilirisasi dan Ekosistem Baterai Nasional

Rangkaian IBS 2026 diawali pada 26 Agustus 2026. Pembukaan kegiatan dilakukan oleh perwakilan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia.

Tema yang diangkat pada sesi pembukaan adalah “Visi Indonesia mengenai Hilirisasi Sumber Daya Lokal untuk Industri dan Ekosistem Baterai dalam rangka Transisi Energi.”

Tema tersebut menyoroti pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal tidak hanya sebagai komoditas bahan mentah, tetapi dikembangkan melalui proses hilirisasi sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

Pengembangan industri baterai juga tidak dapat dipisahkan dari agenda transisi energi. Baterai memiliki peran strategis dalam menyimpan energi yang dihasilkan dari berbagai sumber energi terbarukan sekaligus mendukung perkembangan kendaraan listrik.

Karena itu, pembangunan ekosistem baterai membutuhkan pendekatan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bahan baku, pengolahan material, manufaktur sel baterai, sistem penyimpanan energi, pengembangan kendaraan listrik, hingga pengelolaan baterai setelah masa pakainya berakhir.

Hadirkan Pemerintah, Diplomat, Akademisi dan Industri

IBS 2026 terdiri atas 11 tema utama yang membahas berbagai aspek terkait perkembangan industri baterai dan transisi energi.

Salah satu agenda utama adalah Tema 1: “Peta Jalan Indonesia Menuju Transisi Energi Berkelanjutan & Industri Baterai Nasional.”

Sesi tersebut menghadirkan sejumlah tokoh dan pejabat sebagai pembicara utama, di antaranya Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian Republik Indonesia, serta H.E. Denny Abdi, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia.

Pembahasan kemudian dilanjutkan melalui sesi panel yang menghadirkan sejumlah narasumber internasional dan nasional.

Di antaranya Mr. H.E. Ta Van Thong, Duta Besar Vietnam untuk Indonesia; H.E. Daniel Tumpal Simanjuntak, Direktur Jenderal Urusan Ekonomi dan Kerja Sama Pembangunan Kementerian Luar Negeri; H.E. Wang Lutong, Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok; serta H.E. Yoon Soon-gu, Duta Besar Republik Korea.

Keterlibatan perwakilan berbagai negara dalam forum tersebut memperlihatkan bahwa isu baterai dan transisi energi telah menjadi bagian penting dari kerja sama internasional.

Perkembangan kendaraan listrik, teknologi penyimpanan energi dan industri baterai saat ini tidak hanya berkaitan dengan persoalan teknologi, tetapi juga menyangkut perdagangan, investasi, rantai pasok global, keamanan energi dan keberlanjutan lingkungan.

Penting bagi Dunia Pendidikan dan Riset

Bagi perguruan tinggi, forum seperti IBS 2026 juga menjadi ruang penting untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring kolaborasi penelitian.

Kehadiran Cand. (DR) Melya Dyanasari Sebayang dari Program Studi Teknik Mesin UKI menjadi bagian dari keterlibatan kalangan akademisi dalam mengikuti perkembangan teknologi energi dan kendaraan listrik yang berkembang cukup pesat.

Dunia pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan industri di masa depan.

Perkembangan kendaraan listrik, misalnya, membutuhkan tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu, termasuk teknik mesin, teknik elektro, material, manufaktur, teknologi informasi dan bidang terkait lainnya.

Karena itu, keterlibatan akademisi dalam forum internasional diharapkan dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan penelitian, serta kerja sama antara perguruan tinggi dengan lembaga penelitian maupun industri.

Selain aspek teknologi, salah satu hal yang menjadi perhatian penting dalam pengembangan industri baterai adalah standardisasi.

Standar yang jelas diperlukan untuk memastikan baterai yang diproduksi maupun digunakan memenuhi aspek keselamatan, kualitas, efisiensi dan keandalan.

Hal tersebut menjadi semakin penting seiring dengan meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi di masyarakat.

Indonesia Dituntut Terus Berinovasi

Forum IBS 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran bahwa Indonesia tidak cukup hanya menjadi negara pemasok bahan baku bagi industri baterai global.

Penguatan kemampuan teknologi nasional menjadi salah satu kunci agar Indonesia mampu memperoleh nilai tambah yang lebih besar dari potensi sumber daya yang dimiliki.

Inovasi, penelitian dan pengembangan teknologi baterai perlu terus didorong agar Indonesia memiliki kemampuan yang semakin kuat dalam membangun industri dari hulu hingga hilir.

Di sisi lain, pengembangan industri tersebut harus tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Transisi menuju energi yang lebih bersih diharapkan tidak menimbulkan persoalan lingkungan baru dalam proses pengadaan bahan baku, produksi, penggunaan maupun pengelolaan limbah baterai.

Dengan mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, industri, asosiasi dan mitra internasional, IBS 2026 diharapkan mampu menjadi ruang untuk memperkuat kolaborasi sekaligus mempercepat pengembangan ekosistem baterai nasional.

Bagi kalangan akademisi, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat secara langsung arah perkembangan teknologi energi dan industri kendaraan listrik global, sekaligus membawa pengetahuan tersebut ke lingkungan kampus melalui kegiatan pendidikan dan penelitian.

Keterlibatan dosen UKI dalam forum internasional tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat hubungan antara dunia pendidikan tinggi, penelitian dan kebutuhan industri, khususnya dalam menghadapi era elektrifikasi transportasi dan transisi energi. (Melya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *