JAKARTA, JAPOS.CO – Acara Deklarasi La Ode Safiul Akbar calon Ketua Umum (Ketum) Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 masa bakti 2026-2031, berlangsung semarak Minggu 24 Mei 2026 malam. Acara yang berlangsung di Hotel Discovery – Ancol – Jakarta Utara dihadiri selain para senior dan sejumlah Ketua dan Sekretaris Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 dari seluruh Indonesia, juga para fungsionaris PPK Kosgoro 1957. Mulai dari unsur Gerakan Persatuan Perempuan Kosgoro 1957 (GP2K), Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK), Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957 (HPK) dan Himpunan Mahasiswa Kosgoro 1957 (HIMA).
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 Dr. Dave Akbarshah Fikarno Laksono, ME dalam kesempatan itu menyatakan, waktu pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) V sesuai hasil rapat pleno Kosgoro 1957, diputuskan pada tanggal 5 – 7 Juni 2026 di Jakarta. Namun demikian tentang waktu dan tempat mubes, PPK Kosgoro 1957, tetap menunggu kesediaan Ketua Umum DPP Partai Gokar Bahlil Lahadalia bisa hadir dalam acara Mubes Kosgoro 1957 nanti.
Dave Laksono yang memimpin Kosgoro 1957 sejak terpilih Ketua Umum pada Mubes di Cirebon – Jawa Barat tahun 2021, membatalkan mengikuti kontestasi pemilihan ketua umum 2026, setelah tercapai kesepakatan Ketua Majelis Pertimbangan Kosgoro 1957 HR Agung Laksono dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, bahwa La Ode Safiul Akbar siap menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro 1957.
Dukungan dan restu Ketua Umum DPP Partai Golkar kepada La Ode Safiul Akbar, juga disampaikan Ketua Bidang Ormas DPP Partai Golkar Fahd A Rafik. “Kehadiran saya di sini, setelah melapor kepada Pak Bahlil yang saat ini sedang menunaikan ibadah haji,” katanya seraya berharap La Ode Safiul Akbar akan terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro 1957.
*Bertemu Bahlil*
Sedangkan Ketua Majelis Pertimbangan Kosgoro 1957 Dr. dr. HR Agung Laksono pada acara deklarasi, mengakui telah bertemu dengan Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia membahas La Ode Safiul Akbar sebagai calon Ketua Umum PPK Kosgoro 1957. “Saya hadir di sini juga karena diundang La Ode,” katanya setelah sebelumnya La Ode datang ke rumah Agung menyatakan kesiapan menjadi Ketua Umum PPK Kosgoro 1957.
Pada kesempatan itu Agung Laksono mengungkapkan sekilas sejarah terbentuknya Kosgoro 1957 salah satu dari tiga Kelompok Induk Organisasi (Kino), organisasi yang sepakat bergabung dalam Sekretariat Bersama Golongan Karya (Golkar) pada 20 Oktober 1964. Dua Kino yang lain SOKSI dan MKGR.
Kino-kino tersebut pada tahun 1970 mengeluarkan keputusan bersama untuk ikut menjadi peserta pemilihan umum melalui satu nama dan tanda gambar yaitu Golongan Karya (Golkar).
Dari perspektif sejarah, maka Kosgoro tidak bisa tidak, seluruh komponen organisasi menyalurkan aspirasi politiknya hanya kepada Golkar.
*Bukan Independen*
Dalam pada itu Agung juga mengungkapkan terbentuknya Kosgoro 1957 berawal adanya dinamika pada Mubes Kosgoro di Jakarta tahun 2000-an. Saat itu ada kelompok yang menghendaki agar Kosgoro menjadi ormas independen dan tidak terafiliasi dengan Golkar.
Keinginan sekelompok kecil orang tersebut ditentang sebagian besar peserta mubes. Bentuk protes tersebut dengan melepas atribut Kosgoro dan dikumpulkan di depan Pimpinan Mubes yang tetap menghendaki Kosgoro independen dan tidak terafiliasi dengan Organisasi Sosial Politik (Orsospol) Golkar.
Pasca protes sebagian besar peserta yang umumnya menjabat fungsionaris Golkar kemudian mendeklarasikan Kosgoro 1957 dengan tetap konsisten menyalurkan aspirasi politiknya kepada Golkar. Untuk memenuhi persyaratan administrasi hukum, logo Kosgoro yang semula polos, kemudian ditambahkan angka 1957, yakni tahun kelahirannya sebagai Kino.
Agung Laksono pun menjadi Ketua Umum Kosgoro 1957 pertama setelah terpilih secara aklamasi melalui Musyawarah Besar.
*Bukan Baru*
La Ode Safiul Akbar sendiri disebut Agung Laksono bukan Kader Baru di Kosgoro 1957. Untuk itu sebagai Ketua Majelis Pertimbangan mengapresiasi dan mendukung penuh La Ode, menjadi Ketua Umum Kosgoro 1957 masa bakti 2026 – 2031.
*Makin Hangat*
Jelang digelarnya Mubes V tahun 2026, suhu politik di internal
Kosgoro 1957 makin hangat. Selain La Ode Safiul Akbar, disebut juga ada satu kandidat lain yakni Sari Yuliati.
Dalam deklarasinya La Ode Safiul Akbar selain menyatakan kesiapan menduduki kursi Ketua Umum Kosgoro 1957, juga menyampaikan visi dan misi yang tertuang dalam buku berjudul: “Kosgoro 1957 Makin Mengakar Bersama La Ode Safiul Akbar” yang dibagikan kepada seluruh yang hadir di Hotel Discovery Ancol.
La Ode berkomitmen untuk mengakarkan kembali Kosgoto 1957 sebagai Organisasi
Karya sesuai tujuan sejarah dan nilai yang diwarisinya.
Sebagai tokoh yang juga lahir dari dunia usaha, La Ode meyakini bahwa organisasi yang besar adalah organisasi yang tidak pernah tercerabut dari akarnya.
“Karena akar itulah yang memberi kekuatan sekaligus menutrisi pohon organisasi hingga berbuah kemaslahatan bagi
anggota dan ekosistemnya,” ujarnya.
La Ode Safiul Akbar berencana merumuskan tantangan kompetisi global, disrupsi teknologi, ketimpangan ekonomi, krisis kaderisasi, dan perubahan sosial yang sangat cepat sebagai tantangan tatakelola
sumber daya, baik manusia dan alamnya.
*Perjalanan Pengabdian*
Perjalanan pengabdiannya di Kosgoro 1957, La Ode pernah menjadi salah satu Ketua Barisan Muda Kosgoro 1957, saat Ketua umumnya Airlangga Hartarto. Kemudian Wakil Sekjen PPK Kosgoro 1957 pada 2013-2018;
La Ode menyebutkan, setelah menjadi salah satu Ketua DPP Himpunan Pengusaha Kosgoro 1957, ia semakin mengenal dan memahami bukan hanya dari struktur organisasi, tetapi juga dari semangat dasar yang melahirkannya: pengabdian, karya dan gotong royong. Ia pun memahami bagaimana Kosgoro 1957 bertumbuh dari masa ke masa, menjaga akar perjuangan sambil terus menyesuaikan diri dengan dinamika zaman.
Di DPP Partai Golkar Pimpinan Bahlil Lahadalia saat ini, La Ode menduduki Ketua Bidang Ketenagakerjaan dan Pengembangan Profesi. (Ris)












