BeritaHeadline

Strategi Seskab Teddy Merawat Jaringan Alumni Akademi TNI-Polri 2011 Dinilai Jadi “Masterclass” Membangun Loyalitas

×

Strategi Seskab Teddy Merawat Jaringan Alumni Akademi TNI-Polri 2011 Dinilai Jadi “Masterclass” Membangun Loyalitas

Sebarkan artikel ini
Logo Sekretariat Kabinet

JAKARTA, JAYA POS – Langkah Sekretaris Kabinet Letkol Inf. Teddy Indra Wijaya mengumpulkan rekan-rekan seangkatannya, alumni Akademi TNI-Polri 2011, dinilai lebih dari sekadar ajang temu kangen. Pertemuan yang melibatkan lulusan Akademi Militer (Akmil), Akademi Angkatan Laut (AAL), Akademi Angkatan Udara (AAU), dan Akademi Kepolisian (Akpol) di Lanud Halim Perdanakusuma itu dipandang sebagai strategi membangun dan merawat jejaring kepemimpinan masa depan.

Pengamat komunikasi politik Hendri Satrio menilai pendekatan yang dilakukan Teddy berbeda dibandingkan pola yang lazim ditempuh banyak elite politik. Menurutnya, ketika sebagian tokoh sibuk membangun popularitas melalui baliho, pencitraan, maupun janji politik, Teddy justru memilih memperkuat fondasi loyalitas dari lingkungan yang paling dekat, yakni rekan-rekan satu angkatannya.

“Menarik melihat gaya Letkol Teddy. Saat banyak elite politik sibuk mencari panggung, memasang baliho di mana-mana, dan menebar janji demi meraih dukungan, Seskab Teddy justru memberikan semacam masterclass tentang bagaimana membangun loyalitas yang sesungguhnya, yakni dimulai dari jaringan yang sudah dikenalnya sendiri, yaitu teman-teman seangkatannya,” kata Hendri Satrio atau Hensa, Selasa (4/8/2026).

Founder lembaga survei KedaiKOPI itu menilai Teddy memahami bahwa estafet kepemimpinan di lingkungan aparat dan birokrasi secara bertahap akan beralih kepada generasi yang lebih muda, termasuk lulusan Akademi TNI-Polri angkatan 2011.

Karena itu, menurut Hensa, Teddy tidak membiarkan rekan-rekannya terjebak dalam persaingan individual untuk mengejar jabatan atau pangkat. Sebaliknya, ia berupaya membangun semangat kebersamaan agar seluruh angkatan dapat bertumbuh dan berkembang secara kolektif.

“Lewat reuni dan pesan ‘yang di atas membantu yang di bawah’, dia membangun soliditas angkatan 2011 lintas matra tanpa harus menggunakan transaksi politik. Ini merupakan orkestrasi persahabatan yang sangat elegan sekaligus membangun kekuatan tanpa terkesan sedang bermanuver,” ujarnya.

Hensa juga menyoroti pesan Teddy kepada para perwira agar tidak hanya berorientasi pada ambisi menjadi jenderal, tetapi mulai mempersiapkan kapasitas kepemimpinan sejak dini. Menurutnya, pendekatan komunikasi yang mengedepankan hubungan emosional antarteman seangkatan jauh lebih efektif dibandingkan pendekatan komando yang bersifat formal.

“Politisi kita seharusnya belajar dari cara Teddy merawat jaringan. Pendekatannya elegan dan tidak murahan. Dia tidak memaksa orang tunduk menggunakan instrumen kekuasaan, tetapi membangun kedekatan dari hati ke hati sebagai teman seangkatan. Dampaknya justru lebih nyata,” ucap Hensa.

Lebih lanjut, Hensa menilai posisi Teddy sebagai Sekretaris Kabinet memang memberikan bobot tersendiri ketika berbicara di hadapan ratusan perwira. Namun, yang lebih penting adalah kemampuannya menyatukan lulusan Akmil, AAL, AAU, dan Akpol dalam semangat “Kompak, Kuat, dan Berdampak.”

Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kematangan dalam membangun jejaring kepemimpinan lintas matra yang berorientasi jangka panjang.

“Dia memahami bahwa 15 hingga 20 tahun ke depan lulusan angkatan 2011 berpotensi mengisi posisi-posisi strategis dalam pemerintahan maupun institusi negara. Karena itu, daripada kelak bersaing memperebutkan pengaruh, lebih baik membangun ikatan emosional sejak sekarang. Teddy menunjukkan bahwa investasi politik yang paling bernilai bukanlah uang, melainkan solidaritas,” tutup Hensa. (A1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *