BeritaHeadline

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman dan Kondusif

×

SMSI Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman dan Kondusif

Sebarkan artikel ini
Setelah dikokuhkan sebagai Pokja Newsroom, poto bersama dengan Hasyim S. Djojohadikusumo. (Foto/A1)

JAKARTA, JAYA POS — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) mengukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa sebagai langkah strategis memperkuat peran media dalam mengawal pembangunan dan kehidupan masyarakat desa.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen SMSI untuk menjadikan desa sebagai salah satu pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Umum SMSI Pusat, Drs. Firdaus, M.Si., menegaskan bahwa desa tidak boleh dipandang sebagai entitas yang berada di lapis kedua dalam pembangunan nasional.

“Saya setuju desa menjadi garda depan dan etalase negara, tidak menjadi entitas yang dinomorduakan,” ujar Firdaus.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa berlangsung di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, di tengah situasi nasional yang diwarnai berbagai informasi dan kekhawatiran terkait eskalasi aksi demonstrasi.

Kehadiran Hasyim S. Djojohadikusumo sebagai keynote speaker dalam dialog nasional sekaligus menjadi momentum untuk memberikan gambaran langsung mengenai kondisi keamanan di Jakarta.

“Saya percaya SMSI dan saya mengapresiasi kegiatan ini. Karena itu saya datang,” kata Hasyim.

Pempred Harian Jaya Pos/JAPOS.CO, Toni Limbong menyambuat kedatangan Hasyim S. Djojohadikusumo yang didampingi Ketua Umum SMSI, Drs. Firdaus, M.Si

Hasyim: Jakarta Aman dan Kondusif

Hasyim S. Djojohadikusumo menilai kegiatan SMSI bukan sekadar agenda organisasi, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyampaikan informasi faktual kepada masyarakat.

Menurutnya, kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai daerah tersebut menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat di Jakarta tetap berjalan.

“Ini bukan hanya konfirmasi, tetapi testimoni nyata bahwa di sini, Jakarta, aman dan kondusif. Selamat SMSI. Ini kegiatan positif dan sangat bagus,” ujar Hasyim.

Hasyim, yang merupakan adik kandung Presiden RI ke-8 Prabowo Subianto, juga mengingatkan insan pers agar tidak menyampaikan informasi secara sepotong-sepotong.

“Jangan menjadi pers yang menyesatkan. Sampaikan informasi secara utuh dengan data dan fakta,” tegasnya.

Lima Provinsi Jadi Pilot Project

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa melibatkan lima provinsi sebagai proyek percontohan, yakni Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bengkulu, dan Sumatera Selatan.

Firdaus mengatakan, kelima provinsi tersebut menjadi tahap awal sebelum program diperluas ke seluruh Indonesia.

“Lima provinsi ini menjadi pilot project SMSI. Namun, dalam waktu dekat akan dilakukan konsolidasi secara serentak di seluruh provinsi,” kata Firdaus.

Menurut dia, keberadaan Pokja Newsroom Jaga Desa diharapkan mampu memperkuat fungsi media dalam menyampaikan informasi mengenai desa secara berimbang, berbasis data, serta tidak terjebak pada pemberitaan yang hanya mengejar sensasi.

Media, kata Firdaus, memiliki posisi penting dalam mengawal pembangunan desa sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi yang benar mengenai kebijakan dan program pemerintah.

Soroti Informasi Lepas Konteks

Dalam dialog nasional tersebut, Hasyim juga menyoroti maraknya informasi yang disampaikan tanpa konteks secara utuh. Menurutnya, informasi yang tidak lengkap berpotensi menimbulkan persepsi keliru dan bahkan mendistorsi kebijakan pemerintah.

Ia mengatakan, pihaknya telah mengagendakan dialog dengan sejumlah elemen mahasiswa, antara lain Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan Institut Teknologi Bandung (ITB).

Dialog tersebut, kata Hasyim, diharapkan menghasilkan masukan, koreksi, dan rekomendasi yang dapat disampaikan kepada pemerintah.

“Sebagai penasihat Presiden, masukan-masukan dari kampus akan kami sampaikan dan rekomendasikan kepada Presiden untuk pembenahan,” ujarnya.

Hasyim Respons Usulan Pengembangan Gedung Dewan Pers

Dalam kesempatan yang sama, Firdaus juga menyampaikan usulan mengenai kondisi Gedung Dewan Pers yang dinilai sudah kurang representatif untuk mengakomodasi seluruh konstituen pers.

Menurut Firdaus, Dewan Pers bukan hanya menjadi tempat berkantornya lembaga tersebut, tetapi juga merupakan salah satu pusat aktivitas dan pembinaan kehidupan pers nasional.

“Di tempat ini Dewan Pers bermarkas. Segala kegiatan Dewan Pers digerakkan dari gedung ini, tetapi konstituen belum bisa diakomodasi. Jadi mereka terpisah-pisah sesuai dengan kondisi masing-masing,” ungkap Firdaus.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Hasyim. Ia menyatakan akan mencoba menindaklanjutinya dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

“Sayang saya baru mendapat masukan ini sekarang. Kemarin saya baru saja bertemu dan berdialog panjang lebar dengan Menkomdigi, Meutya Hafid,” ujar Hasyim.

Pernyataan tersebut langsung mendapat aplaus dari peserta yang hadir.

Dialog Nasional Bahas Tantangan Pers dan Ekonomi

Kegiatan pengukuhan dihadiri lebih dari seratus peserta dan undangan. Setelah prosesi pengukuhan, acara dilanjutkan dengan dialog nasional yang menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Achmad Riyad U.B., Ph.D., Dewan Penasihat SMSI Jawa Timur, serta sejumlah pakar ekonomi dan perbankan.

Dialog berlangsung dinamis dengan berbagai tanggapan dan pandangan kritis mengenai perkembangan ekonomi, kebijakan pemerintah, serta tantangan pers di tengah derasnya arus informasi digital.

Diskusi dipandu Prof. Dr. Albertus Wahyu Rudhanto, Guru Besar PTIK, yang mampu menghidupkan dialog sehingga berlangsung interaktif dan substantif.

Pengukuhan Pokja Newsroom Jaga Desa menjadi penanda bahwa SMSI tidak hanya ingin memperkuat jaringan media siber, tetapi juga mendorong pers menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dengan mengedepankan akurasi, keberimbangan, data, dan kepentingan publik. (A1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *