SOLOK SELATAN, JAYA POS – Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Solok Selatan Tahun 2026 resmi disahkan. Wakil Bupati Solok Selatan, Yulian Efi, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) segera mempersiapkan perencanaan program yang matang sesuai dengan prioritas pembangunan yang telah tertuang dalam APBD tersebut.
APBD 2026 memuat struktur pendapatan sebesar Rp737,1 miliar, belanja daerah Rp775 miliar, serta pembiayaan netto Rp38,5 miliar. Pengesahan anggaran dilakukan pada 21 November 2025 setelah melalui rangkaian pembahasan bersama DPRD.
Yulian Efi menegaskan bahwa penetapan APBD tahun 2026 bukan berarti mengabaikan penyelesaian pekerjaan pembangunan tahun 2025 yang masih berjalan. Ia mengingatkan agar OPD mempercepat penyelesaian pekerjaan fisik, terutama mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu menjelang akhir tahun.
“Dengan diketuknya palu APBD Solok Selatan 2026, bukan berarti pekerjaan APBD 2025 boleh terbengkalai. Cuaca kurang bersahabat, sementara tahun anggaran segera berakhir. Segera tuntaskan seluruh pekerjaan yang masih berjalan,” tegas Wabup Yulian Efi.
Wabup juga mengingatkan bahwa anggaran daerah adalah uang rakyat, sehingga seluruh OPD harus mengelolanya secara hati-hati, transparan, dan sesuai ketentuan.
“OPD sebagai pengelola keuangan daerah harus berpedoman pada aturan. Jangan sampai ada pelanggaran, baik sengaja maupun tidak. Ingat, ini adalah uang masyarakat Solok Selatan yang harus digunakan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pejabat pengelola keuangan memegang amanah besar dari masyarakat. Karena itu setiap rupiah yang dibelanjakan harus dipertanggungjawabkan dan digunakan untuk kepentingan publik.
“Belanjakan dan gunakan anggaran untuk kepentingan rakyat Solok Selatan, sesuai juknis dan juklak yang berlaku,” tambahnya.
Menutup arahannya, Wabup Yulian Efi kembali menegaskan pentingnya integritas aparatur di lingkungan pemerintah daerah.
“Tanamkan rasa pengabdian. Kita digaji negara untuk melayani masyarakat. Jangan sekali-kali menyalahgunakan amanah. Jika ada yang bermain untuk kepentingan pribadi atau kelompok, kami akan berikan sanksi seberat-beratnya sesuai aturan. Bekerjalah dengan disiplin dan sungguh-sungguh,” tutupnya.
(EA)












