JAKARTA, JAYA POS – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-165 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) berlangsung meriah melalui ibadah raya dan perjamuan kudus di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (18/10/2026). Perayaan akbar tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 80 ribu jemaat HKBP dari berbagai daerah di Indonesia.
Ribuan jemaat mulai berdatangan sejak pagi untuk mengikuti bersejarah bagi gereja HKBP tersebut. Mereka datang menggunakan bus maupun kendaraan pribadi dari berbagai wilayah, untuk bersama-sama mengikuti ibadah syukur sekaligus merayakan perjalanan panjang HKBP dalam pelayanan gereja dan masyarakat.
Ibadah raya yang dijadwalkan dimulai pukul 17.30 WIB itu dipimpin oleh pimpinan tertinggi HKBP, Ompui Ephorus Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST. Rangkaian acara berlangsung dalam suasana khidmat, diiringi pujian dan lagu-lagu rohani yang menggugah semangat jemaat.

Ephorus: Tetap Bersyukur di Tengah Tantangan
Dalam khotbahnya, Ephorus HKBP Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, mengajak seluruh jemaat untuk senantiasa bersyukur atas anugerah Tuhan, bukan hanya ketika kehidupan berjalan baik, tetapi juga saat menghadapi berbagai kesulitan.
Pesan tersebut sejalan dengan tema perayaan yang merujuk pada Mazmur 107:1, yang berbunyi, “Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”
Menurutnya, kehidupan merupakan anugerah Tuhan yang patut disyukuri dalam segala keadaan. Tantangan ekonomi, perubahan harga kebutuhan pokok, melemahnya nilai tukar rupiah, hingga persoalan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tidak seharusnya membuat manusia kehilangan pengharapan.
Ia menekankan bahwa rasa syukur tidak semata-mata muncul ketika semua keadaan berjalan sesuai harapan. Justru di tengah berbagai persoalan, umat diajak tetap percaya bahwa kasih setia Tuhan tidak pernah berubah.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi jemaat agar tidak mudah menyerah menghadapi persoalan kehidupan. Iman, pengharapan, dan rasa syukur perlu tetap dipelihara, sekalipun masyarakat dihadapkan pada tekanan ekonomi dan beragam tantangan sosial.
Melalui perayaan HUT ke-165 ini, HKBP diharapkan terus memperkuat kehidupan spiritual jemaat sekaligus mendorong umat untuk menghadirkan nilai-nilai kasih, kepedulian, persaudaraan, dan pelayanan di tengah masyarakat.
Jemaat Berdatangan Sejak Pagi
Berdasarkan pantauan JAYA POS di kawasan GBK, jemaat telah memadati area sekitar stadion sejak pukul 10.00 WIB. Mereka datang secara berkelompok bersama keluarga maupun rombongan gereja dari berbagai daerah.
Salah seorang jemaat yang datang dari Lampung mengaku telah menempuh perjalanan menggunakan bus untuk menghadiri perayaan tersebut. Karena tiba lebih awal, ia bersama rombongannya harus menunggu di sekitar kawasan stadion sebelum gerbang dibuka.
Sesuai informasi yang diterima jemaat, gerbang stadion dijadwalkan dibuka sekitar pukul 12.00 WIB. Situasi itu membuat kawasan sekitar lokasi dipenuhi peserta yang ingin mendapatkan kesempatan mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.
Antusiasme jemaat menunjukkan besarnya perhatian warga HKBP terhadap perayaan ulang tahun gereja yang telah melayani umat selama 165 tahun. Bagi mereka, kehadiran di GBK bukan sekadar mengikuti kegiatan seremonial, melainkan juga menjadi kesempatan untuk mempererat persaudaraan dengan sesama jemaat dari berbagai wilayah.

Suasana menjadi semakin semarak dengan lantunan musik rohani dari artis-artis Batak ternama yang bergantian menghibur para jemaat. Tak hanya itu, sekitar 1.000 penari wanita juga menampilkan tarian tradisional yang memukau, menambah keindahan dan kekhidmatan perayaan hari jadi HKBP yang ke-165 ini.
Yang tak kalah memukau dalam perayaan HUT ke-165 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) adalah penampilan para lanjut usia (lansia) yang memainkan alat musik tradisional angklung dengan membawakan lagu-lagu rohani dan lagu nasional. Dengan penuh semangat, kekompakan, dan sukacita, para lansia tersebut berhasil menciptakan suasana haru sekaligus membangkitkan antusiasme jemaat yang hadir.
Penampilan mereka disambut tepuk tangan meriah dari para jemaat sebagai bentuk apresiasi dan dukungan atas semangat yang ditunjukkan. Meski usia tidak lagi muda, para lansia itu membuktikan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk tetap berkarya, melayani Tuhan, serta mengambil bagian dalam perayaan besar gereja.
Hal yang semakin mengagumkan, sejak pagi hingga malam hari, para lansia tetap bertahan di tempat duduk mereka untuk mengikuti rangkaian kegiatan perayaan HUT ke-165 HKBP. Mereka tampak antusias dan tidak kehilangan semangat, meskipun harus menjalani kegiatan yang berlangsung selama berjam-jam dan berpanas panasan dibawa terik matahari.
Kehadiran dan partisipasi para lansia tersebut menjadi gambaran nyata tentang keteguhan iman, kesetiaan dalam pelayanan, serta kecintaan terhadap HKBP. Bagi mereka, perayaan 165 tahun HKBP bukan sekadar seremoni atau perayaan ulang tahun gereja, melainkan momentum berharga untuk mempererat persekutuan, memuji Tuhan, dan merasakan kebersamaan bersama puluhan ribu jemaat dari berbagai daerah.
Penampilan angklung yang dibawakan para lansia juga mengandung pesan mendalam bahwa semangat pelayanan tidak mengenal batas usia. Dengan talenta yang dimiliki, mereka turut memberikan warna tersendiri dalam perayaan bersejarah tersebut. Tepuk tangan yang menggema dari para jemaat menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan semangat mereka.
Di tengah kemeriahan perayaan HUT ke-165 HKBP, para lansia itu mengajarkan bahwa sukacita, iman, dan kebersamaan dapat terus tumbuh sepanjang hayat. Semangat mereka menjadi inspirasi bagi generasi muda agar senantiasa menghargai orang tua, menjaga persaudaraan, dan terus mengambil bagian dalam pelayanan gereja demi kemuliaan nama Tuhan.
Setelah ibadah selesai sekitar pukul 19.00 WIB, acara dilanjutkan dengan penampilan lagu-lagu hits Batak. Sejumlah penonton tampak mendekati panggung dan ikut berjoget mengikuti irama musik dalam suasana penuh kegembiraan.
Perpaduan ibadah, pujian rohani, dan hiburan musik Batak membuat perayaan HUT ke-165 HKBP berlangsung meriah. Kebersamaan tersebut juga menjadi ruang perjumpaan bagi warga Batak dan jemaat HKBP yang datang dari berbagai daerah.
Kehadiran Presiden Prabowo Jadi Perhatian
Sebelumnya, panitia menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, direncanakan menghadiri perayaan HUT ke-165 HKBP di GBK.
Namun, berdasarkan pantauan JAYA POS hingga rangkaian ibadah berakhir sekitar pukul 19.00 WIB, Presiden Prabowo tidak terlihat hadir di lokasi. Belum terdapat keterangan lebih lanjut mengenai alasan ketidakhadiran tersebut.
Meski demikian, ketidakhadiran Presiden tidak mengurangi antusiasme jemaat yang telah datang dari berbagai daerah untuk mengikuti perayaan tersebut.
Perayaan HUT ke-165 HKBP menjadi momentum penting untuk mengenang perjalanan gereja sekaligus memperkuat komitmen pelayanan ke depan. Di tengah perubahan zaman dan berbagai tantangan kehidupan, pesan Ephorus tentang pentingnya bersyukur, memelihara iman, dan mengandalkan kasih setia Tuhan menjadi salah satu inti pesan yang disampaikan kepada jemaat.
Semangat yang ditunjukkan puluhan ribu peserta, HKBP diharapkan terus berkontribusi dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan kasih, persaudaraan, toleransi, serta kepedulian terhadap sesama. (A1)












