SOLOK SELATAN, JAYA POS – Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada 25 November, Lembaga GBTK Provinsi Sumatera Barat menggelar Lomba Guru dan Balai Guru Tenaga Kependidikan (BGTK) Berprestasi tingkat SLTA se-Sumatera Barat. Kegiatan ini berlangsung di Hotel Roxi Padang pada Jumat, 21 November 2025.
Ardiyanto, MM—yang akrab disapa Pak Yanto—Tenaga Administrasi Informatif dari SMKN 1 Solok Selatan, menjadi salah satu peserta yang berhasil meraih nominasi Peringkat III Besar pada ajang bergengsi tersebut.
Dalam keterangannya kepada Jaya Pos, Ardiyanto menjelaskan bahwa meski peringatan Hari Guru Nasional resmi jatuh pada tanggal 25 November, lomba ini diselenggarakan lebih awal sebagai bentuk apresiasi dari GBTK Provinsi Sumbar kepada para pendidik berprestasi.
“Pelaksanaan lomba dimulai tanggal 6 hingga 10. Pada hari kedua, tepatnya tanggal 7 November, saya dinyatakan masuk nominasi Peringkat III Besar untuk kategori Tenaga Administrasi Prestasi Informatif mewakili SMKN 1 Solok Selatan,” ujar Ardiyanto.
Dari Kabupaten Solok Selatan, terdapat lima peserta yang turut berkompetisi dari berbagai kategori SLA, yaitu:
-Ardiyanto, MM – Tenaga Administrasi Informatif SMKN 1 Solok Selatan, Nominasi Peringkat III Besar
-Wiwik Rinca – SMAN 1 Solok Selatan, Pelopor Kombel, Nominasi Peringkat III
-Winda – SMAN 3 Sikinjang Lubuak Gadang Sangir, Kategori Transformatif, Nominasi Peringkat II
-Cici Yandes – SMAN 4 Solok Selatan
Acara pembukaan dilakukan oleh Dirjen Dismen Kementerian Pendidikan, Bapak Putra Absyah. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penerapan Tren 7 Guru Wali Hebat dan pembiasaan karakter positif pada peserta didik.
“Kita sebagai tenaga pendidikan harus selalu berbuat hal-hal baik yang dapat dirasakan manfaatnya oleh anak bangsa,” pesan Dirjen Putra Absyah.
Ardiyanto menutup wawancara dengan menjelaskan inovasi yang ia kembangkan, yaitu media pelayanan bernama DL (Deap Layanan & Senyum Digital – Layanan Optimal). Menurutnya, konsep ini merupakan hasil kreativitas dan olah pikirnya sendiri.
“Moto ini lahir dari imajinasi dan pemikiran pribadi, bukan ilmu transfer dari siapa pun,” tutup Master Yanto.
(EA)












