JAKARTA, JAYA POS – Mahasiswa Program Studi Teknik Mesin Universitas Kristen Indonesia mengikuti kuliah lapangan bersama praktisi Electric Vehicle (EV) dari National Battery Research Institute dalam rangka memperdalam wawasan mengenai teknologi baterai dan energi terbarukan.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam Simposium EV yang digelar pada 20–21 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran dengan menghadirkan Founder NBRI, Prof. Dr. rer. nat. Evvy Kartini, sebagai salah satu tokoh utama dalam pengembangan teknologi baterai nasional.
Kuliah lapangan ini diprakarsai oleh dosen pengampu mata kuliah Material Handling, Fisika Listrik dan Magnet, serta Material Teknik, Melya Dyanasari Sebayang, S.Si., M.T. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga perlu berinteraksi langsung dengan praktisi dan pelaku industri agar mampu memahami perkembangan teknologi secara nyata.
“Mahasiswa harus mampu melihat langsung bagaimana perkembangan industri kendaraan listrik dan teknologi baterai yang kini menjadi fokus masa depan Indonesia,” ujarnya.
Pada hari pertama simposium, peserta mendapatkan materi bertema “Advancing Battery Technology For A Sustainable EV Future In Indonesia”, yang membahas perkembangan teknologi baterai kendaraan listrik untuk mendukung masa depan transportasi ramah lingkungan di Indonesia.
Sementara pada hari kedua, mahasiswa mengikuti diskusi bertema “Nickel’s Future in The EV Battery Ecosystem: Too Expensive to Compete?” yang mengupas tantangan dan prospek nikel Indonesia dalam ekosistem baterai kendaraan listrik global.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari berbagai aspek teknologi baterai otomotif, mulai dari pengembangan material katoda, efisiensi energi, hingga pemanfaatan sumber daya alam untuk mendukung industri EV di Indonesia dan Asia. Mereka juga memperoleh wawasan dari mahasiswa berbagai universitas lain yang telah berhasil mengembangkan inovasi berbasis teknologi kendaraan listrik, serta dari para pembicara internasional yang hadir dalam forum tersebut.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan mahasiswa Teknik Mesin UKI dalam menghadapi tantangan industri masa depan, khususnya pada bidang teknologi baterai, material katoda, dan energi terbarukan.
Selain itu, para mahasiswa juga berharap ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk menciptakan peluang kerja, inovasi teknologi, serta berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam melalui pengembangan energi alternatif yang hemat dan ramah lingkungan. (Red)












